Postingan

Kunjungan tokoh lintas agama di Padepokan Wulan Tumanggal, kuatkan toleransi di Jawa Tengah.

Gambar
Sabtu Pon (14/11), Beberapa tokoh lintas agama dan kepercayaan yang tergabung dalam Gerakan Kebangsaan Watugong atau disingkat sebagai Gerbang Watugong melakukan Silaturahmi Kebangsaan di Padepokan Wulan Tumanggal, Desa Dukuhtengah Kec. Bojong, Kab. Tegal. Rombongan yang dipimpin Ketua FKUB Jawa Tengah KH. Taslim Syahlan ini diterima langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KP Suryaningrat II. Dalam kesempatan ini, KH. Taslim Syahlan juga berkesempatan menyerahkan Piagam Watugong kepada Pembina Perguruan Trijaya dan disaksikan seluruh rombongan.  "Ini menjadi salah satu agenda kami yaitu penyerahan Piagam Watugong kepada para tokoh pimpinan organisasi, termasuk Perguruan Trijaya yang merupakan salah satu organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa tingkat pusat yang berpusat di Tegal", jelas KH. Taslim Syahlan. Ketua FKUB Jawa Tengah tersebut juga menambahkan bahwa Piagam Watugong yang berisi 3 (tiga) kesepakatan tentang penguatan ideologi dan k

"Sendiko Nglampahi", Janji dalam Puputan Abdi Dalem dan Sentono Dalem

Gambar
Minggu Pon (8/11), Perguruan Trijaya melaksanakan upacara adat dan tradisi ritual Puputan Abdi Dalem dan Sentono Dalem. Puputan ini diikuti 77 Putera Perguruan Trijaya yang telah menjadi Abdi Dalem dan Sentono Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat dan dipuput langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru Kanjeng Pangeran Suryaningrat II. Puputan ini mengisi acara dalam salah satu kegiatan besar rutin tahunan yaitu, Pengetan Jumenengan Romo Guru KP Suryaningrat II, Pembina Perguruan Trijaya. Ritual ini dilakukan pada malam Senin Wage (9/11) di Sasana Astanalaya Kasidanjati, Padepokan Wulan Tumanggal.  Dalam acara Puputan ini dilaksanakan pengucapan Kaprasetyan (janji setia) oleh semua abdi dalem dan sentono dalem, yaitu setia terhadap Pancasila dan NKRI, setia terhadap ajaran dan setia terhadap nilai-nilai kebaikan secara patrap .  Dalam prosesi ini, setiap Putera secara bergantian maju dihadapan Romo Guru dan mengucapkan nama beserta gelar kepangkatan abdi dalem dan sentono dalem d

Perayaan Hari Raya Sura 1954 J / 2020 M di tengah Pandemi Covid-19

Gambar
Meskipun dalam masa Pandemi, Perayaan Hari Raya Sura oleh Perguruan Trijaya tahun ini tetap diadakan namun secara sederhana dan jauh dari keramaian.  Perayaan Hari Raya Sura (HRS) Tahun 1954 J / 2020 M ini juga meliputi beberapa acara, diantaranya Mandi Curug, Sujudan, Sate Hari Raya Sura, Grebeg Sura, Rebutan Gunungan, Rebut Tumpeng, Caosan, Siraman, Arkatan, dan Pembinaan Keluarga Rahayu. Seperti halnya Grebeg Sura, satu dari rangkaian Hari Raya Sura yang biasanya dilakukan dengan kirab gunungan hasil bumi dan raja kaya dijalan raya Guci - Simpar, kali ini hanya dilakukan didalam Padepokan Wulan Tumangal. Tampak beberapa paraga Grebeg juga dikurangi agar tidak terjadi kerumunan. Selain itu protokol kesehatan lainnya juga diberlakukan yaitu memakai masker, mencuci tangan sebelum berbaris, membawa hand sanitizer, dan menjaga jarak antar sesama peserta Grebeg. Grebeg Sura dilepas oleh Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Bergama) Provinsi Jawa Tengah, KH. Taslim Syahlan yang didampingi Pemb

Sujudan Ageng warnai peringatan 75 Tahun Indonesia Merdeka

Gambar
Dalam rangka peringatan 75 tahun Indinesia Merdeka, Perguruan Trijaya mengadakan Sujudan Ageng. Sujudan ini menjadi ritual khusus sebagai doa bersama atas pandemi yang menimpa bangsa ini dan masyarakat dunia pada umumnya. Sujudan Ageng ini dilaksanakan di Sanggar Pamujan, Padepokan Wulan Tumanggal, pada malam Selasa Legi tanggal 17 Agustus 2020. Prosesi ritual ini dimulai dengan kirab pusaka dan ubo rampe yang dimulai dari Sasana Gatotkaca Lokaji Parangtumaritis, kemudian berjalan menuju sanggar pamujan yang berjarak sekitar 500 meter. Sujudan Ageng mulai masuk acara inti jam 00 dan dipimpin langsung Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KP Suryaningrat II yang diikuti sekitar 200 Putera (anggota) dan simpatisan. Usai sujudan, dilanjutkan dengan makan malam dengan menu ubo rampe sujudan yang dicampur dalam takir, yaitu wadah yang terbuat dari daun pisang. Takir ini dibagi rata untuk semua peserta sujudan.       

Olimpiade Gunung ramaikan HUT Kemerdekaan Indonesia ke 75

Gambar
Dalam rangka memperingati HUT ke 75 Kemerdekaan Indonesia, Perguruan Trijaya kembali mengadakan serangkaian kegiatan salah satunya lomba permainan tradisional yang dikemas dalam sebuah event yang bernama Olimpiade Gunung. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, Olimpiade Gunung ini dilaksanakan secara outdoor di sebuah lapangan yang bernama Lokaji Parangtumaritis, masih didalam area Padepokan Wulan Tumanggal, Bojong, Kabupaten Tegal. Beberapa cabang yang dilombakan antaralain Grobak Sodor, Bentengan, Congklak/Dakon, Egrang Bambu, dan Egrang Batok. "Ini sebuah kerinduan kami akan permainan tradisional, disini sangat terlihat originalitas para peserta, baik dari emosi, semangat, canda tawa, kerjasama dan olahraga", jelas ketua panitia PAC. Doni KP, AAN.        

Kunjungan Ketua FKUB Jateng di Penghayat Perguruan Trijaya

Gambar
Kamis Kliwon (23/7), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, KH. Drs. Taslim Syahlan, M.Si, melakukan kunjungan ke Padepokan Wulan Tumanggal, Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal milik Perguruan Trijaya, yang merupakan salah satu organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berpusat di Tegal. Kunjungan yang bertajuk Silaturahim Kebangsaan tersebut merupakan kunjungan ke 3 (tiga) dalam satu hari itu, setelah sebelumnya  rombongan Ketua FKUB ini mengunjungi KH. Mustamsikin di Kaliwungu Kendal dan FKUB Kabupaten Kendal, kemudian di Slawi rombongan berkunjung di kantor Kemenag Kabupaten Tegal bersama FKUB Kabupaten Tegal. Kedatangan Ketua FKUB Jawa Tengah dan rombongan ini diterima langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru Kanjeng Pangeran Suryaningrat II. Selain Ketua FKUB, ikut serta dalam rombongan yaitu Setyawan Budy selaku Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), Maulana Saefullah A. Faruq selaku mub

Perguruan Trijaya Gelar Wisuda Abdi Dalem dan Sentono Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat

Gambar
Untuk ke 2 (dua) kalinya Padepokan Wulan Tumanggal menjadi lokasi wisuda abdi dalem dan sentono dalem Keraton Surakarta Hadiningrat di wilayah Kabupaten Tegal, Wewengkon Wulan Tumanggal. Minggu Wage (12/7), sebanyak 69 orang keluarga besar Perguruan Trijaya mendapatkan kekancingan / anugerah wisuda abdi dalem dan sentono dalem Keraton Surakarta Hadiningrat. Dari 69, sebanyak 41 orang yang mendapatkan anugerah baru, mulai dari RT (Raden Tumenggung) dan KRT (Kanjeng Raden Tumenggung). Sedangkan 27 orang mendapatkan kenaikkan pangkat, dari KRT menjadi KRAT (untuk laki-laki) dan dari KMT menjadi  . Satu sentono dalem dinobatkan khusus kepada Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA Panji Suryaningrat II dengan gelar Kanjeng Pangeran. Kekancingan Sentono Dalem untuk Romo Guru diberikan langsung Kanjeng Gusti Ratu (istri permaisuri SISKS Pakoe Boewono XIII) yang datang di Padepokan Wulan Tumanggal pada hari Sabtu (11/7) bersama KP Widodo dan rombongan.