Kamis, 02 Juni 2016

SEKALI LAGI, PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA, DAN TIDAK AKAN PERNAH MENJADI PILAR

Pancasila selamanya tetap menjadi dasar negara Republik Indonesia, ideologi bangsa, falsafah hidup, nilai-nilai luhur bangsa dan bukan sebagai pilar bangsa. Hal ini disampaikan Romo Guru KRA Suryaningrat II pada peringatan Hari Pancasila 2016 di Padepokan Wulan Tumanggal. Beliau juga membuat yelyel "Pancasila Jaya, Pancasila Lesteri, Pancasila Kita Bela selamanya". Disampaikan lebih lanjut bahwa kita yang sudah memperingati hari Pancasila setiap 1 Juni selama 16 tahun, baru kali ini pemerintah terkena imbasnya yang akan menetapkannya sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Tidak apalah ada kata "lahirnya", setidaknya sudah nyicil, meskipun Pancasila tidak pernah dilahirkan, tambah beliau.

Hari Pancasila 2016 ini diperingati selama 2 hari, mulai hari Selasa Legi (31/5) dengan acara sukuran/tumpengan, kemudian dilanjutkan dengan Sujudan. Rabu paginya (1/6) dilaksanakan upacara bendera dimana sebagai inspektur upacara adalah Drs. Tri Jaladara, Direktur Organisasi Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

 
GELAR BUDAYA NUSANTARA
Selesai upacara bendera dilanjutkan dengan orasi dan diskusi Pancasila. Sebagai nara sumber adalah Drs. Tri Jaladara dan dimoderatori oleh Kang Ari dari Bandung. Acara berikutnya adalah Gelar Budaya Nusantara. Tampil pertama kali untuk membuka acara ini adalah Tari Gatotkaca yang dibawakan oleh Agung Kusumo Widagdo, penari sakaligus sutradara dan koreografer dari Surakarta. Dilanjutkan dengan Tari Kembang Lereng Gunung Slamet yang ditampilkan oleh 4 pelajar dari SDN 3 Slawi.

Penampil selanjutnya adalah Tari Dayak yang dibawakan 7 gadis dan diiringi musik khas dayak oleh 5 pemuda sebagai penabuhnya. Mereka tergabung dalam Sanggar J.C Oevang Oerai dari Kalimantan Barat. Berikutnya suguhan Tari Jaipong yang dibawakan 2 gadis cantik Maulin dan Widi dari sanggar Gentra Mustika Tasikmalaya. Tak kalah serunya, sesuai tema acara, Bagas dan Agung dari Sanggar Topeng Malang (Jatim) menampilkan Tari Garuda Nusantara. Terlihat seperti pemuda kembar, mereka juga menampilkan atraksi budaya kedua, yaitu Tari Sabrang.

Para Anak Alam Nusantara - Perguruan Trijaya pun ikut berunjuk kemampuan dengan membawakan Tari Kalang AAN. Dilanjutkan pertunjukkan Silat Ibing dari Keluarga Besar Silat Panjalu. Gelar Budaya ini ditutup dengan sebuah teatrikal menarik garapan seniman asal kota Bandung, Gatot Gunawan. Drama ini menampilkan kisah seorang Bung Karno yang mampu merumuskan Pancasila dan menjadi dasar negara Republik Indonesia.

Acara ini dihadiri juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Seksi Nilai Budaya, Bidang Nilai Budaya, Seni dan Film, Eny Haryanti, S.Pd, M.Pd. Juga Hadir Dandim 0712 Tegal Letkol. Inf. Hari Santoso, S.Sos, Harjono mewakili Kepala Disparbud Kab. Tegal, Hamam mewakili Kepala Kantor Kesbangpollinmas Kab. Tegal, Iptu. Subagyo mewakili Kapolres Tegal Kota. Kapt. Inf. Gatot S Danramil 12/Jatinegara, Sekcam Bojong, Kapolsek Bojong AKP. Sugeng S, S.H, Kades Dukuhtengah, Kustinah beserta perangkat. Selain pejabat setempat hadir juga perwakilan organisasi kepemudaan yaitu Pemuda Pancasila, civitas akademika Politeknik Tegal dan beberapa tokoh masyarakat baik tingkat Kabupaten maupun Kota Tegal.










Rabu, 27 April 2016

PEREMPUAN SEBAGAI KUNCI KEBAHAGIAAN KELUARGA

Perempuan adalah mahkluk terkuat dalam memberikan semangat hidup pasangannya dalam keluarga, maka dari itu jika sudah cukup umur para lelaki diwajibkn untuk menikah karena tanpa perempuan kita tidak akan bisa mendapatkan kebahagiaan. Hal ini disampaikan RG. KRA. Suryaningrat II dalam acara Apel Putera dalam rangka peringatan Hari Kartini di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Wage 24 April 2016.

Sudah rutinitas dan menjadi agenda kegiatan tahunan bahwa Hari Kartini selalu diperingati oleh Perguruan  Trijaya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan yang menjadi moment untuk mengamalkan ajaran leluhur dalam mengingat kembali tentang filosofi dan peran serta seorang perempuan. Hal ini akan memberikan pengetahuan bagaimana cara terbaik dalam upaya mengangkat dan menghormati harkat serta martabat perempuan itu sendiri, sebagai penyempurna kehidupan suatu rumah tangga guna mencapai kebahagian dan kesejahteraan yang sesungguhnya .

Sabtu, 12 Maret 2016

GATOTKACA TERBANG DI KAKI LAWU

Malam itu suasana usai hujan deras, kabutpun teruari oleh gerimis yang menerpa kaki gunung Lawu. Gending gamelan menyeruak mengisi keheningan layaknya sebuah lereng gunung. Panggung alam terbuka terpancar lampu sorot putih, menyinari sosok Gatotkaca yang terbang menari menuruni setiap jengkal lereng gunung Lawu. Terhenti pada suatu tanah lapang, kepakkan tangan dan hentakkan kakinya menggemuruh memecah sunyi. Begitulah suasana yang tergambar dalam sebuah tari Gatotkaca yang dibawakan seorang koreografer sekaligus penari senior di kota Solo, Agung Kusuma Widagdo dalam sebuah acara Peringatan Sebelas Maret dan Ulang Tahun ke 9 KEIMANAN (Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara) Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya - Pusat Tegal di Cemoro Kandang, Gunung Lawu.

Malam itu tepat malam Jumat Kliwon (11/3) sekaligus menjadi acara pelantikan pengurus KEIMANAN baru. Dilantik oleh Pembina Perguruan Trijaya RG. KRA. Suryaningrat II, empat pengurus yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Pembantu Umum yang masing-masing dijabat oleh PAC. Aryanto, AAN, S.Hut, PAC. Bambang Permadi, AAN,S.Kom, PAH. Setyoning Ayu Anindita, AAN, dan PAH. Estu Risang Punarbowo, AAN. Pengurus ini merupakan pengurus KEIMANAN yang pertama kali dilantik oleh RG. KRA. Suryaningrat II. Semenjak dibentuk KEIMANAN oleh Pembina pertama RG. KPA. EK Giripati Suyaningrat pada 11 Maret 2007 di Pantai Pangandaran, KEIMANAN mengalami 6 kali pergantian pengurus.

Acara malam itu selain dihadiri keluarga besar Perguruan Trijaya, juga hadir sebagai undangan Kepala Dinbudpar Provinsi Jawa Tengah yang diwakili okeh Kepala Seksi Nilai Budaya, Bidang Nilai Budaya Seni dan Fillm, Eny Haryanti, S.Pd,M.Pd, Kepala Bidang Kebudayaan, Disparbud Kabupaten Karanganyar, Selamet Wiyadi, BA, S.IP, M.Pd.

Senin, 08 Februari 2016

APEL PUTERA TEGAL, WARNAI ULANG TAHUN EMAS PERGURUAN TRIJAYA

MENGHARUKAN DAN MEMBANGGAKAN,16 ANAK ALAM NUSANTARA TUNJUKKAN KEMAMPUANNYA

Gesit, tangkas dan penuh kekuatan. Begitu yang tampak dari 16 penari Kalang cilik yang tampil semalam. Gerak tari yang sarat dengan nilai - nilai spiritual dan nasionalisme ini merupakan gabungan tiga elemen pokok yaitu olah raga, olah rasa dan olah jiwa. Dikemas dalam sebuah rangkaian gerak indah yang seirama dan selaras dengan iringan kendang pencak. Arah gerakan dan pandangan mereka pun menyempurnakan tarian spritual ini.

Tari Kalang yang biasanya ditampilkan oleh orang dewasa kali ini diperagakan oleh anak - anak usia SD-SMP yang tergabung dalam AAN (Anak Alam Nusantara) Perguruan Trijaya. Anti, anak usia 7 tahun pasangan Pt. Tarlas dan Pt. Yuliani yang berasal dari Jakarta ini merupakan penari kalang terkecil. Tak sedikit beberapa penonton pun tampak berkaca-kaca matannya, menangis terharu. Apalagi orang tua mereka yang menyaksikan tampilan anaknya menarikan Tari kalang ini. Kebanyakan mereka banyak disibukkan dengan persiapan kegiatan dan tidak menyangka anak-anak mereka berlatih tari kalang ini untuk ditampilkan diatas sebuah panggung spektakuler serta mampu menampilkannya dengan kelengkapan unsur, baik gerakan, hentakan, dan penjiwaan yang mampu munculkan kekuatan dalam sebuah Tari Kalang.

"Untuk bisa Tari Kalang kami belajar bertahun - tahun, bahkan untuk melengkapi semua unsur didalamnya sehingga mampu memunculkan kekuatan dan kemampuan spiritualnya pun tidaklah mudah" ungkap Pt. Wisnu, biasa dipanggil Nunu yang merupakan Penari sekaligus Pelatih Tari Kalang untuk para AAN tersebut. Mereka belajar pertama kali pada saat Pelatihan AAN yang diadakan akhir Desember Tahun lalu, dan dipoles terakhir beberapa jam sebelum mereka tampil, dan hasilnya semua Putera dan penonton yang mampu mengampal pasti mengetahuinya, sungguh meraka membanggakan, tambahnya.   

Tari Kalang khas Perguruan Trijaya yang merupakan karya RG. KPA. EK Giripati Suryaningrat (Pendiri dan Pembina Pertama Perguruan Trijaya) ini dipertunjukkan pada malam resepsi Ulang Tahun Emas Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya - Pusat Tegal, yang diadakan semalam (7/2) di Padepokan Wulan Tumanggal.

Acara ini dihadiri oleh Dra.Atik Surniati,Si,MSc dari Badan Kesbangpolinmas Jawa Tengah, dimana membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah yang berhalangan hadir, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Eny Haryanti, S.Pd, M.Pd, Kasrem 071 Wijayakusuma Letkol Inf Jefson Marisano, S.SIP, Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Tegal Agus Sunarjo, BA, Kasdim 0712/Tegal Mayor Inf Yuli Setiyono S.Pd, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Dra. Suspriyanti, MM, Camat Bojong, dan Kepala Desa Dukuhtengah.


Kemeriahan panggung pentas seni budaya di Gedung Serba Guna "SAMORA" Padepokan Wulan Tumanggal ini terasa lengkap dengan beberapa tampilan seni budaya. Diantaranya Tari Gatotkaca, Tari Endel yang merupakan tarian khas asal Kabupeten Tegal, Tari Jaipong dari Sanggar Tari Mayang Binangkit Tasikmalaya, dan Tari Beskalan dibawakan oleh Dwi Nurul, Karina Maharani, serta Tari Bapang oleh Fima Yuda Prawira, Dimas Bagus yang mana mereka berempat adalah mahasiswa  STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) Surabaya.



 





Senin, 18 Januari 2016

PANTAI PANGANDARAN, AWAL ULANG TAHUN EMAS PERGURUAN TRIJAYA

Pantai Pangandaran menjadi awal kegiatan peringatan Ulang Tahun Emas Perguruan Trijaya. Kegiatan yang secara resmi dimulai tanggal 2 Februari 2016, tepat 50 tahun Perguruan Trijaya. Sampai akhir tahun 2016, semua kegiatan Perguruan akan yang telah diagendakan akan dilaksanakan secara meriah dan besar sesuai semangat kejayaan di tahun emas Perguruan Trijaya. Hal tersebut disampaikan Romo Guru KRA Suryaningrat II pada saat melantik 108 panitia Peringatan Ulang Tahun Emas Perguruan Trijaya di Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu Kliwon 16 Januari 2016.

Ada yang beda pada panitia yang sekarang, sebelumnya jas khusus panitia kegiatan Perguruan Trijaya bernuansa hitam namun kali ini berwarna abu-abu dan lengan panjang. Pelantikan yang dilaksanakan sore jam 16.00 itu terasa sakral dan diiringi cuaca yang sangat mendukung, yaitu tanpa hujan tetapi teduh oleh awan tipis dan angin yang bertiup lembut.

Dalam acara pelantikan panitia tersebut, secara serentak semua panitia mengucapkan janji antara lain sebagai berikut.
  1. Mempersiapkan raga rasa dan jiwa kami untuk melaksanakan tugas yang dibebankan di pundak kami. 
  2. Menyusun rencana dan program kegiatan kepanitiaan
  3. Melaksanakan semua persiapan secara matang
  4. Mengadakan koordinasi dalam persiapan maupun pelaksanaan
  5. Melaksanakan kegiatan HUT ke 50 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal pada waktunya tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah.
Butir-butir janji tersebut dituangkan dalam sebuah lembar Janji Panitia yang dipagang oleh setiap masing-masing panitia. Malam hari, tepatnya malam minggu legi setelah pembinaan oleh Pembina Perguruan Trijaya, lembar Janji Panitia tersebut kemudian ditandatangani semua panitia didepan Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Suryanigrat II secara bergantian satu per satu.

Kemeriahan tahun emas Perguruan Trijaya dilaksanakan selama satu tahun penuh ini meliputi beberapa kegiatan baik yang bersifat rutin maupun insidental. Hampir setiap bulannya kegiatan rutin perguruan akan dilaksanakan secara besar dan beberapa akan diadakan di luar padepokan. Agenda kegiatan tersebut antara lain meliputi :

  1. 2 Februari, Caosan HUT ke 50 Perguruan Trijaya,di Padepokan Argasonya, Kota Tegal, dan masing-masing Daerah.
  2. 6 Februari, Resepsi HUT ke 50 Perguruan Trijaya,
  3. 11 Maret, Peringatan Perintah Sebelas Maret,
  4. 21 April, Peringatan Hari Kartini 2016, 
  5. 6 Mei, Peringatan Ambal Warsa RG. KRA. Suryaningat II,
  6. 1 Juni, Peringatan Hari Pancasila,
  7. 6 Juli, Sungkeman, di Padepokan Wulan Tumanggal.
  8. 17 Agustus, Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 51
  9. 9 September, Peringatan HUT Padepokan Wulan Tumanggal ke 32
  10. 2 Oktober, Peringatan dan Perayaan Hari Raya Sura 1950 J / 2016 M
  11. 28 Oktober, Peringatan Hari Pemuda 2016 
  12. 10 November, Peringatan 3Th Kondurnya RGKPA (RG. KPA. EK Giripati Suryaningrat)
  13. 15 Desember, Peringatan Ambal Warsa RGKPA 
  14. 31 Desember, Menyambut Tahun Baru 2017 M 
Selain kepada panitia kegiatan yang dilantik secara resmi, Pembina Perguruan Trijaya juga menghimbau kepada semua Putera dan simpatisan untuk berperan aktif dan saling membantu agar semua kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar. Kelancaran dan kesuksesan semua kegiatan secara langsung maupun tidak langsung, akan dirasakan manfaatnya oleh seluruh Putera, masyarakat, serta bangsa dan negara. GUSTI tansah paring kasembadan.























Rabu, 30 Desember 2015

MEMBENTUK GENERASI EMAS YANG BER-JIWA NUSANTARA

Perkembangan dunia yang makin pesat yang diimbangi sistem teknologi informasi yang kian canggih, sangat berdampak pada perkembangan anak-anak, khususnya anak - anak di usia emas. Efek dari itu semua banyak merubah karakter perkembangan sosial generasi penerus bangsa ini. Kondisi budaya dan sosial masyarakat bangsa kita semakin lama semakin memperihatinkan. Pola hidup hedoisme, individualisme, kekerasan, kemrosotan moral dan etika yang banyak dicontohkan oleh para elit politik, pejabat penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah.

Untuk itu, dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang mempunyai karakter kebangsaan dan ber jiwa nusantara, Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal menyelenggarakan sebuah pendidikan karakter untuk anak - anak dari usia dini sampai usia 15 tahun. Sebuah kegiatan yang bertajuk "Pelatihan Anak Alam Nusantara" ini diikuti sebanyak 82 anak. Selain diikuti anak - anak dari para Putera Trijaya, kegiatan ini juga diikuti oleh anak para simpatisan dan masyarakat lingkungan sekitar Padepokan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 6 hari ini yaitu mulai tanggal 26 - 31 Desember 2015. Acara pembukaan dilaksanakan di Pamiwahan Putera Sasana Padepokan Wulan Tumanggal. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dra. Suspriyanti, MM. Dalam sambutannya beliau mengucapkan apresiasi kepada Perguruan Trijaya yang mau dan mampu melaksanakan pendidikan/pelatihan Anak Alam Nusantara (AAN) ini untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang mempunyai karakter kebangsaan dan berjiwa nusantara.