Rabu, 19 November 2014

PERINGATAN 1 TAHUN KUNDURNYA RG. KPA. EK GIRIPATI SURYANINGRAT

Bertempat di Sasana Astanalaya Kasidanjati, peringatan 1 Tahun berpulangnya RG. KPA. EK Griripati Suryaningrat berlangsung sakral dan meriah. Kesakralan tersebut terasa cair saat sambutan Bupati Tegal Enthus Susmono dengan gaya khas senimannya beberapa kali membuat candaan dan kelucuan sehingga menghadirkan gelak tawa bagi para peserta dan tamu undangan.

Acara yang dilaksanakan pada malam minggu wage (16/11) ini dibuka pukul 20.00 dengan penampilan Tari Hatur Luhur yang merupakan persembahan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Tari klasik ini dibawakan Eny Haryanti Kasi Nilai Budaya Dinbudpar Jateng dan Yoyok Priambodo staf Kesenian Dinbudpar Jateng serta diiringi Geguritan dan aluan rebab oleh Widodo BS dosen Fakultas Bahasa dan Senin Universitas Negeri Semarang (UNNES). Berikutnya juga ada tampilan Tari Gambyong dan Tari Gatotkaca dari Sanggar Perwitasari Kota Tegal yang merupakan binaan dari mas Priambodo.

Tak kalah serunya, penampilan grup kesenian tradisional sunda dari Ciparay Jawa Barat membuat suasana semakin semarak. Pertunjukan jurus-jurus 2(dua) pesilat kecil dengan kepiawaiannya dan gerakan gesit memukau para hadirin dan tamu undangan.  Pada kesempatan ini juga ada pertunjukan pencak silat oleh Asep Gurwawan, mantan juara dunia Pencak Silat di Wina Austria tahun 1986. Generasi kelima Paguron Silat Panglipur yang berpusat di Jalan H Basuki, Babakan Jati Kiaracondong Kota Bandung, pemilik kumis tebal ini memperagakan beberapa jurus pukulan, hindaran, tangkisan dan teknik silat yang cepat dan tangkas. Ayah tiga orang anak ini merupakan salah satu penancap bendera silat di mancanegara. Sejak tahun 1990-an dia terlibat sebagai pelatih silat di negeri orang. Sebelumnya pada 1986, dia termasuk salah seorang pendekar yang mempertontonkan gerakan pencak silat di Kejuaraan Dunia Silat di Wina Austria.

Selain Bupati Tegal, hadir sebagai undangan Dra. Sri Hartini, M.Si Direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi beserta Drs. Gendro Nurhadi, M.Pd, Camat Bojong, Kepala Desa Dukuhtengah, perwalikan Kraton Surakarta Hadiningrat dan para simpatisan Perguruan Trijaya.