Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Bupati Tegal : Wulan Tumanggal akan saya jadikan sebagai Desa Wisata Spiritual

Gambar
Bupati Tegal, Enthus Susmono saat memberi sambutan pada peringatan ulang tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Wulan Tumanggal yang berada di desa Dukuhtengah kecamatan Bojong, kabupaten Tegal oleh Bupati Tegal Ethus Susmono akan dijadikan sebagai desa wisata spiritual. Pernyataan itu disampaikannya saat memberi sambutan pada acara Peringatan Ulang Tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal, di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Kliwon 4 Februari 2018. "Saya sangat suka, dan saya sangat senang sekali dengan Wulan Tumanggal. Wulan Tumanggal adalah bedor panah Arjuna yang namanya Pasopati. Wulan Tumanggal juga mempunyai arti tanggal 1 (satu) yakni bulan sabit. Biasanya kalo wanita itu dipakai untuk alis. Arti dari garis lengkung bulan sabit Wulan Tumanggal adalah lambang keseksian yang luar biasa. Saya kepengen nanti Wulan Tumanggal ini saya usulkan untuk menjadi desa wisata spiritual", jelas Enthus. Dengan gaya khasnya yang kocak dan men

Pancasila, Mantra Sakti Nusantara yang harus diucapkan minimal 1 kali setiap hari

Gambar
Ikrar Kesetiaan  kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI mewarnai acara resepsi peringatan ulang tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Kliwon, 4 Februari 2018. Ikrar atau janji yang diucapkan oleh para Pengurus Perguruan Trijaya ini mewakili dari semua Putera dan seluruh keluarga besar Perguruan Trijaya. Prosesi pengucapan ikrar yang berjalan sakral tersebut disaksikan langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Panji Suryaningrat II. Adapun empat (4) point dari ikrar tersebut antara lain : 1. Setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 3. Membentuk Generasi Muda Anak Alam Nusantara berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila, serta 4. Menjadikan  PANCASILA  sebagai  "MANTRA SAKTI NUSANTARA"  yang wajib diucapkan minimal 1 kali dalam kehidupan kami sehari-hari. J