Selasa, 06 Februari 2018

Bupati Tegal : Wulan Tumanggal akan saya jadikan sebagai Desa Wisata Spiritual

Bupati Tegal, Enthus Susmono saat memberi sambutan
pada peringatan ulang tahun ke 52 Perguruan Trijaya
Padepokan Wulan Tumanggal yang berada di desa Dukuhtengah kecamatan Bojong, kabupaten Tegal oleh Bupati Tegal Ethus Susmono akan dijadikan sebagai desa wisata spiritual.

Pernyataan itu disampaikannya saat memberi sambutan pada acara Peringatan Ulang Tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal, di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Kliwon 4 Februari 2018.

"Saya sangat suka, dan saya sangat senang sekali dengan Wulan Tumanggal. Wulan Tumanggal adalah bedor panah Arjuna yang namanya Pasopati. Wulan Tumanggal juga mempunyai arti tanggal 1 (satu) yakni bulan sabit. Biasanya kalo wanita itu dipakai untuk alis. Arti dari garis lengkung bulan sabit Wulan Tumanggal adalah lambang keseksian yang luar biasa. Saya kepengen nanti Wulan Tumanggal ini saya usulkan untuk menjadi desa wisata spiritual", jelas Enthus.

Dengan gaya khasnya yang kocak dan menghibur dalam memberikan sambutan, bupati  yang juga seorang dalang tersohor itu menambahkan bahwa, Perguruan Trijaya merupakan salah satu pilar geo-spiritual di kabupaten Tegal. Oleh karena itu Bupati Tegal akan mangusulkan dalam Perbup bahwa Wulan Tumanggal sebagai desa wisata spiritual, dan menjadi pusat kebudayaan.

"Jika nanti malam akan ada Festival Bumijawa, kenapa tidak tahun depan ada Festival Wulan Tumanggal untuk menjadikan Wulan Tumanggal go internasional", tambah Enthus.

"Pak Camat (Bojong), tolong nanti saya diingatkan kalo tidak bisa di akhir tahun 2018 ini, berarti tahun 2019 kita targetkan di desa Dukuhtengah, Padepokan Wulan Tumanggal kita tetapkan sebagai Desa Wisata Spiritual Budaya", tambahnya.

Di penghujung sambutan, Bupati Tegal memberi penyemangat kebangsaan, "Indonesia adalah negara bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa, maka tetaplah kita bersatu demi Indonesia. Apapun spiritualnya kita ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Senin, 05 Februari 2018

Pancasila, Mantra Sakti Nusantara yang harus diucapkan minimal 1 kali setiap hari

Ikrar Kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI mewarnai acara resepsi peringatan ulang tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Kliwon, 4 Februari 2018.

Ikrar atau janji yang diucapkan oleh para Pengurus Perguruan Trijaya ini mewakili dari semua Putera dan seluruh keluarga besar Perguruan Trijaya. Prosesi pengucapan ikrar yang berjalan sakral tersebut disaksikan langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Panji Suryaningrat II.

Adapun empat (4) point dari ikrar tersebut antara lain :
1. Setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Membentuk Generasi Muda Anak Alam Nusantara berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila, serta
4. Menjadikan PANCASILA sebagai "MANTRA SAKTI NUSANTARA" yang wajib diucapkan minimal 1 kali dalam kehidupan kami sehari-hari.

Janji tersebut tertuang dalam sebuah lembar Piagam Kesetiaan dengan dibubui 23 tanda tangan Pengurus dan Pembina Perguruan Trijaya, dan nantinya setiap pengurus akan mendapatkan salinannya.

Dalam pembinaannya, Romo Guru KRA Panji Suryaningrat II menyampaikan bahwa Indonesia akan lebih baik jika setiap warganya paham betul mengenai Pancasila. Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal sangat menjunjung tinggi nilai nilai luhur Pancasila, oleh karena itu para Putera beserta keluarga wajib mengucapkan Pancasila setiap hari minimal 1 kali, karena Pancasila merupakan kalimat yang sakti. Dengan pengucapan setiap hari para Putera sekalian diharapkan dapat mengamalkan setiap sila dari Pancasila tersebut.

Lebih lanjut Romo Guru menambahkan, apapun yang terjadi di negeri ini, NKRI akan kita bela selamanya. Jangan ragu, kita akan tetap berjiwa nusantara, meskipun banyak gejolak terjadi di negeri ini. Jangan bilang Indonesia itu apa sih, berawal dari sikap pesimis tersebut akan menghambat negeri ini untuk maju, justru kita harus memiliki jiwa nusantara. Jangan hanya memberi kritik namun sama sekali tidak memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah, itulah sifat yang harus dihindari oleh para Putera.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Tegal Enthus Sumono beserta istri, Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Retno Suprobowati, Fokopimcam Bojong, serta beberapa tokoh masyarakat baik dari Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Tampak pula artis senior Indonesia, Trie Utami yang pada kesempatan tersebut ikut menyanyikan 2 buah lagu, yaitu lagu kebangsaan Indonesia Pusaka dan Bagimu Negeri.