Selasa, 10 September 2019

Ganjar Pranowo kunjungi Padepokan Wulan Tumanggal dengan naik motor

Kedatangan Ganjar Pranowo disambut Romo Guru
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo datangi Padepokan Wulan Tumanggal dengan naik motor. Kunjungan orang nomor satu di Jawa Tengah ini, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Padepokan Wulan Tumanggal yang ke 35.

Kunjungan ini adalah ke 2 (dua) kalinya sejak tahun 2013 lalu seminggu sebelum Pilkada pertama dia terpilih. Selama menjabat Gubernur, Ganjar menyampaikan maaf karena 2 kali dia gagal memenuhi undangan di acara yang diselenggarakan Perguruan Trijaya.

Pemakaian iket oleh Romo Guru
Rombongan bermotor Ganjar yang bertolak dari Purbalingga ini disambut langsung Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA Suryaningrat II dan Bupati Tegal Umi Azizah yang sudah datang di Padepokan Wulan Tumanggal. Sambutan Romo Guru kepada Gubernur Jateng ini dengan bentuk pemberian iket (ikat kepala) yang dipasang langsung oleh Romo Guru, sesaat setelah Ganjar turun dari motor, dengan diiringi tari Gambyong yang ditampilkan oleh 3 (tiga) remaja perempuan anggota Perguruan Trijaya.

Sesampai di Wulan Tumanggal, Ganjar dan rombongan diajak berjalan menuju lokasi acara, yaitu di Astanala Kasidanjati yang merupakan area pemakaman Romo Resi (Pembina pertama Perguruan Trijaya) dan keluarga beserta para Putera Penghayat Murni (PPM).

Penyerahan plakat oleh Romo Guru kepada Ganjar Pranowo
Dalam sambutannya Ganjar menegaskan salam bahagia yang selalu terpancar dari Padepokan Wulan Tumanggal. Orang nomor satu di Jawa Tengah ini juga menyampaikan apresiasinya tentang penanaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme sangat nyata disini terlihat dari tampilnya anak-anak alam nusantara yang bernyanyi dengan berselempang merah putih.

Selesai memberi sambutan, Gubernur Jawa Tengah ini menerima kenang-kenangan dari Pembina Peguruan Trijaya Romo Guru KRA Surayaningrat II berupa pin logo Trijaya dan Plakat kegiatan HUT Padepokan Wulan Tumanggal yang ke 35.







Selasa, 03 September 2019

Hari Raya Sura 1935 J. Keluarga Rahayu penuh harmonis, kunci sukses masa depan

Keharmonisan, komunikasi, pengertian dan kebersamaan dalam rumah tangga akan memberi dampak yang sangat besar pada kesusksesan kehidupan kita pada masa masa yang akan datang. Hubungan suami dan isteri, ayah dan anak, ibu dan anak diharapkan terjaga dengan baik jika ingin hidup kita menjadi lebih baik, tanpa masalah yang berarti.

Hal diatas disampaikan Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA. Suryaningrat II dalam pembinaan Keluarga Rahayu dimana menjadi acara penutup dalam rangkaian kegiatan Hari Raya Sura 1935 J / 2019 M yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai Jumat (29/8) hingga Minggu (1/9) di Padepokan Wulan Tumanggal, Kabupaten Tegal.