Rabu, 26 Februari 2020

Percantik Wulan Tumanggal dengan MANHARABAH RIFAAT

MANHARABAH RIFAAT, istilah didalam Perguruan Trijaya yang merupakan singkatan dari Mengamankan, Memelihara, Menambah, Melestarikan, dan Memanfaatkan. Rangkaian kata yang indah untuk kegiatan bersih Padepokan Wulan Tumanggal agar semakin cantik, yang dilaksanakan selapan sekali setiap hari Minggu Wage.

MANHARABAH RIFAAT Minggu Wage yang lalu (23/2) yang bertugas adalah Putera Daerah Semarang dengan jumlah peserta yang hadir 30 orang termasuk Putera dan keluarga ditambah beberapa Putera Padepokan, Putera Daerah Tegal, Purwodadi dan Jakarta.

Penanggung Jawab Kegiatan kali ini Putera Widya Angling Rubiyo dan Putera Kakandar Agus.
Pada malam Minggu Wage yang biasanya berupa Ambengan kali ini menjadi istemewa dangan adanya Tumpeng sebagai wujud rasa sukur Mbak Siti Sueti, istri dari Putera Kriyo Joyo Dipuro yang berulang tahun ke 36.

Disamping membersihkan Curug Wulan Tumanggal, Sanggar Pamujan, Astana Laya Kasidan Jati dan semua bagian Padepokan Wulan Tumaggal, kegiatan Minggu Wagean ini terfokus pada pembuatan taman di depan Palereman Puspa Dewi atau di samping Palereman Daerah Purwodadi.

Mudah mudahan pembuatan taman yang dimulai dari depan adalah awal pembangunan Padepokan Wulan Tumanggal yang lebih indah juga dapat berguna oleh masyarakat, bangsa dan Nusantara. Gusti Tansah Paring Kasembadan. (Agus S)

Jumat, 21 Februari 2020

Pererat persaudaraan, Perguruan Trijaya kunjungi Ponpes Roudhotus Sholihin Demak

Kamis Legi 20 Februari 2020, Perguruan Trijaya mengunjungi Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin yang berlokasi di Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Rombongan yang berjumlah 13 orang tersebut terdiri atas Pengurus dan Putera Daerah Semarang serta didampingi Pengurus Pusat Perguruan Trijaya.

Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi dimana akhir bulan lalu, tepatnya pada hari Kamis malam (30/1) rombongan Ponpes yang terdiri dari anak-anak dan para Guru SMP IT Roudhotus Sholihin melaksanakan kunjungan di Padepokan Wulan Tumanggal dalam rangka tour Studi Lintas Agama yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

"Kami berkunjung disini untuk mempererat tali persaudaraan, dimana sebagai Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, baru pertama kali padepokan kami dikunjungi satu rombongan bis besar dari Pondok Pesantren dan sekaligus mengikuti ritual rutin Supit malam Jumat Legi" tutur Trubus E.S selaku juru bicara sekaligus Pengurus Pusat Perguruan Trijaya .

Kehadiran rombongan dari Perguruan Trijaya ini disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes KH. Abdul Qodir. "Terimakasih atas kerawuhan saudara-saudara kami dari Perguruan Trijaya, dan rawuhnya bapak ibu telah membawa berkah secara langsung yaitu menyingkirkan mendung tebal dan nyalanya listrik yang sebelumnya padam" terang Kyai Qodir yang selalu cair dan disambut gelak tawa bersama.

"Monggo kapan waktu bisa rawuh kembali, disini kami terbuka 24 jam dan tak lupa kami nitip salam hormat kepada Romo Guru sebagai Pembina Perguruan Trijaya yang telah menerima kami dengan sangat baik" lanjut Kyai Qodir.

Setelah ramah tamah dan makan siang di kediaman Kyai Qodir, acara pun bergeser ke Mushola. Disini digelar sarasehan singkat bersama para santri Ponpes. Sarasehan dibuka Kyai Qodir dan mempersilakan dari Perguruan Trijaya untuk memberikan kuliah kepada para santri tentang Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Penjelasan tentang Penghayat Kepercayaan dan Perguruan Trijaya dipaparkan secara jelas oleh Sutrimo Puspoyudo selaku Kabid PPM (Paguyuban Penghayat Murni) Pengurus Pusat Perguruan Trijaya. Para santri pun menyambut baik sarasehan ini dengan peran aktif mereka untuk bertanya saat sessi diskusi dibuka oleh Kyai Qodir.

Diakhir sarasehan sekaligus sebagai penghujung kunjungan ini, Perguruan Trijaya menyerahkan cinderamata berupa pigura foto kegiatan saat rombongan Ponpes berkunjung di Padepokan Wulan Tumanggal, yang diserahkan oleh Trubus ES kepada Kyai Qodir.

Selasa, 04 Februari 2020

02022020 Genap 54 Tahun Perguruan Trijaya

Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru saat menyerahkan
kenang-kenangan kepada Direktur Kepercayaan Terhadap
Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat,
Dra. Christriyati Ariani, M.Hum.
Minggu Pon, (2/2/2020), Dengan mengambil tema Memelihara Budaya Memajukan Bangsa, Perguruan Trijaya menggelar acara resepsi Peringatan Ulang Tahun ke 54 Perguruan Trijaya. Acara ini dilaksanakan di SAMORA (Sasana Among Raga) Padepokan Wulan Tumanggal, Kabupaten Tegal.

Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA. Suryaningrat II dalam sambutannya menyampaikan sejak berdirinya Perguruan Trijaya pada tanggal 2 Februari 1966, Perguruan Trijaya selalu memberikan nama atau tema disetiap tahunnnya.

"Bersamaan hari ini Minggu Pon, tepat 02022020, tepat Perguruan Trijaya berulang tahun ke 54, tahun ini kami namakan sebagai tahun PATRAP, yang berarti semua tindakan dan kelakuan kita harus sesuai patrap, empan papan atau sesuai dengan apa yang menjadi kepantasan/semestinya" jelas Romo Guru.

Hadir di acara ini, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dan Masyarakat Adat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dra. Christiyati Ariani, M.Hum, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, M.Si, Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, beberapa pejabat tingkat Kabupaten dan Kota Tegal, Forkopimcam Bojong, serta Perangkat Desa Dukuhtengah.