Senin, 07 Mei 2012

TANGGAP WARSO KAPING 44 ROMO ANOM


Romo Anom berserta NiNi Kartika dan ketiga putranya
(Estu Risang Punarbhowo, Endar Rahadyan Purboyo
dan Elang Rahdite Paksi).
Berlokasi di Padepokan Wulan Tumanggal lereng Gunung Slamet acara peringatan dan sukuran Ulang Tahun yang ke 44 ROMO ANOM Jatmiko Aditya Panji Laksono, dilaksanakan  secara meriah dengan hadirnya beberapa Tamu Undangan baik dari pejabat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah kabupaten Tegal, anatarlain adalah Direktur Pencatatan Sipil, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drs. H. Soetjahjo, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa  Drs. Gendro Nurhadi, M.Pd, dan Bupati Tegal H. Moch Hery Soelistiyawan, SH. M.Hum beserta jajarannya. 
Keluarga Besar Romo Guru Bapak Tegal

Pada acara ini juga dihadiri beberapa tamu undangan yang berasal dari beberapa kalangan antara lain teman bermain, teman masa sekolah dan beberapa staff  beliau di PT. Nusantara Regas yaitu perusahaan yang terbentuk atas kerja sama (joint venture company) PT. Pertamina (Persero) dan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yang merupakan entitas nasional ternama di bidang Minyak dan Gas Bumi, tempat Romo Anom menjabat sebagai General Manager Umum dan SDM.

Babak Penyisihan lomba beladiri
Acara yang berlangsung mulai hari Sabtu Wage 5 Mei 2012 diramaikan dengan diadakannya lomba beladiri yang diikuti 12 Putera Perguruan TRIJAYA dari beberapa daerah. Lomba beladiri ini merupakan yang kesekian kalinya dimana terakhir kali diadakan pada tahun 2006. Babak penyisihan dilaksanakan pada hari sabtu siang dan dilanjutkan perempat final pada malam harinya. Untuk final diadakan pada hari Minggu Kliwon  6 Mei 2012 sebagai salah satu pengisi acara resepsi Ulang Tahun ke 44 Romo Anom. Pemenang Pada lomba beladiri ini adalah PAC. Ang. Rusad Sukiswan, dari daerah Dukuhtengah.   
Pemotongan tumpeng oleh Eyang Heri Jogja
Elang Rahdite Paksi - Putra bungsu Romo Anom sedang di-ampal

Romo Anom sedang mengampal adik dan kakak beliau


dari kiri ke kanan : Ibu. Soetjahjo, Ibu Sri Hartini, Bp. Sinaga,
Bp. Gendro dan Bp. Soetjahjo


Tari Gatotkaca sebagai pembukaan acara resepsi

Romo Anom bersama dengan teman-teman sekolah beliau

Babak final lomba beladiri


Pemberian hadiah kepada pemenang dan peserta lomba beladiri









Selasa, 01 Mei 2012

“Srawung Seni Segara Gunung” di Candi Borobudur


Sekian banyak seniman dan budayawan dari berbagai daerah dan mancanegara berkumpul di panggung terbuka aksobya kaki Candi Borobudur – Magelang dalam acara "Srawung Seni Segara Gunung".

Pagelaran "Srawung Seni Segara Gunung" yang berlangsung 22-29 April 2012 itu merupakan pertama kalinya dan diikuti berbagai perwakilan seniman, pelajar, budayawan, dan pemerhati seni berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dan luar negeri.

Kegiatan ini pada masa mendatang diharapkan menjadi suatu gerakan kebudayaan untuk mendorong jati diri kemandirian masyarakat, kata penggagas kegiatan seni budaya tersebut, Suprapto Suryodarmo.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan kebudayaan untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat dan memantapkan jati diri bangsa," katanya di sela penutupan "Srawung Seni Segara Gunung 2012" di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam.



Berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain pentas kesenian tradisional, modern, kontemporer, dan kolaborasi seni, seminar, sarasehan, loka karya seni, serta diskusi tentang kebudayaan.

Para penonton dari berbagai negara yang hadir sangat menikmati pertunjukan kesenian tersebut. Seperti seni tari yang dipentaskan oleh Darlane Litay dan Komunitas Papua Irian Jaya. Seniman dari Papua ini mampu mengadaptasikan seni tari tradisional dengan kesenian tradisional lainnya yang berasal asli dari Papua. Selain dari Papua, pementasan srawung seni ini juga diikuti dari  Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Bali dan seluruh propinsi di Jawa. Para seniman ini mewakili setiap komunitasnya ikut andil dalam pementasan kali ini. Seperti kesenian dari anggota Lembaga Pendidikan Seni Nusantara Dewa Ruci, Misbah Daeng Bilok menampilkan musik improvisasi dengan tari. Ada juga  kolaborasi seni tari dan musik dari Sulawesi Selatan hingga komunitas seni tradisional Kutai Barat. Kegiatan pementasan ini sebagai apresiasi untuk kesenian dari berbagai lapisan masyarakat dan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini juga untuk mengkampanyekan kembali bahwa bangsa Indonesia memiliki kekayaan kesenian dan kebudayaan serta kaya akan situs-situs purbakala peninggalan sejarah nenek moyang.

Agenda kebudayaan tersebut, kata Suprapto, yang juga pemimpin Padepokan Lemah Putih Kabupaten Karanganyar, Jateng itu, pada masa mendatang terus menjadi motivasi untuk memberdayakan kecerdasan masyarakat dan menggali berbagai kearifan lokal di berbagai daerah. Menurut rencana, lanjutnya, agenda tersebut selanjutnya berlangsung di Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.

"Kita selalu diajarkan seolah-olah mempunyai kekayaan materi, tetapi lupa bahwa itu tidak berguna kalau kita tidak bisa mengolahnya, menciptakan menjadi bernilai yang baru," katanya.

Sebenarnya, masyarakat memiliki potensi kreatif yang tinggi. Namun, membutuhkan wadah, kesempatan tampil di komunitasnya, dan juga berkolaborasi dengan komunitas lainnya.
Ia mencontohkan, penampilan puluhan anak sekitar Candi Borobudur bersama Duta Lingkungan Hidup yang juga penyanyi Oppie Andaresta pada penutupan acara di panggung terbuka "Aksobya" kaki Candi Borobudur. "Bagi anak-anak itu tentu tampil di panggung Candi Borobudur menjadi pengalaman berharga dan mendidik mereka, disini bukan hanya orang tua saja, tetapi mereka juga bisa tampil, untuk  bisa merasa memiliki Candi Borobudur," katanya.

Pada kesempatan itu, Oppie bersama anak-anak sekitar Candi Borobudur menyanyikan sejumlah lagu karyanya tentang lingkungan hidup antara lain berjudul "Tanam" dan "Hijau".
Suprapto menyebut bulan April sebagai momentum tepat menggelar "Srawung Seni Segara Gunung" karena bertepatan dengan sejumlah peringatan penting seperti Hari Pusaka Dunia, Hari Kartini, Hari Sastra, dan Hari Tari Dunia.

Pada malam penutupan ini pula ditampilkan Tari Kalang oleh Perguruan TRIJAYA Padepokan Argasonya – Pusat Tegal. Tari Kalang merupakan gerak seni tari  beladiri yang memadukan gerak pencak silat nusantara dan tenaga batin sehingga menghasilkan tarian yang indah sekaligus mengandung kekuatan.

Penutupan "Srawung Seni Segara Gunung 2012" di Candi Borobudur yang ditandai dengan sejumlah pementasan kesenian dan kolaborasi seni kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Peringatan Hari Kartini 2012


Berlokasi di dua tempat, yaitu di Pantai Alam Indah dan Gedung Balai Kota Tegal, kegiatan peringatan Hari Kartini 2012 dilaksanakan. Kegiatan yang terbagi atas dua acara yaitu Upacara Bendera dan Resepsi ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 April 2012 pada waktu yang berbeda.

Upacara Bendera yang dilaksanakan pada pukul 09.00 – 10.30 WIB berlokasi di  Pantai Alam Indah (PAI) Tegal diikuti kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari Pengurus Pusat dan Daerah Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal, GWK (Gerakan Wanita Kartini), Keimanan (Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara), Pelajar, AAN (Anak Alam Nusantara), dan Keluarga Putera Tegal. Sebagai Pembina Upacara Kasubdit Perdagangan Investasi Fiskal dan Moneter Direktorat Ketahanan Ekonomi – Kemendagri yaitu Ibu. Dra. Elly Yuniarti, MM.

Pada malam harinya diadakan Resepsi Peringatan Hari Kartini 2012 di Balai Kota Tegal. Hadir dalam acara ini selain ibu Elly Yuniarti, juga dihadiri oleh Asdep. Pembiayaan dan pengembangan Petani Nelayan dan Koperasi – Menkoekoin Dra. Wiwik Dwi Saksiwi, MM, dan  Kasubdit. Kelembagaan Kepercayaan. Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME – Kemendikbud, Ibu Wigati. Hadir pula dalam Acara ini yaitu mawakili Wali Kota Tegal, Kepala Kesbanglinmas Kota Tegal, Drs. Soeripto, Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KP. Esno Kusnodho Suryaningrat, dan Sekjen DPP HPK Aa. Sudirman.