Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Puputan AAN lengkapi acara Tingalan Sewindu Jumenengan Romo Guru

Gambar
Sebanyak 26 anak-anak dari keluarga besar Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal, dipuput sebagai AAN (Anak Alam Nusantara) oleh Romo Guru KP Suryaningrat II. Puputan AAN ini dilaksanakan di Curug Wulan Tumanggal, Padepokan Wulan Tumanggal Minggu Pon (28/11). Datang dari penjuru tanah air, anak-anak tersebut bervariasi usia, mulai dari yang masih bayi usia 4 (empat) bulan hingga yang sudah kuliah berusia 22 tahun. Mereka sudah siap di lokasi Puputan sejak pagi buta, tepatnya mulai pukul 4 pagi dengan didampingi orang tua masing-masing. Puputan ini dilaksanakan pada pukul 5 pagi di hari Minggu Pon dan menjadi puncak acara Tingalan Sewindu Jumenengan Romo Guru KP. Suryaningrat II yang dilaksanakan sejak Sabtu sore. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan 8 (delapan) tahun Romo Guru sebagai Pembina Perguruan Trijaya, tepatnya sejak Minggu Pon 10 November 2013, sekaligus bersamaan dengan berpulangnya Romo Resi KPA Giripati Suryaningrat yang merupakan pembina pertama

Rombongan Pelajar Penghayat berkunjung di Padepokan Wulan Tumanggal

Gambar
Rabu Pahing, 17 November 2021, sebanyak 35 peserta Workshop Macapat yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah berkunjung di Padepokan Wulan Tumanggal. 35 peserta ini terdiri dari para pelajar Penghayat atau Penganut Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Penyuluh (Tenaga Pendidik) Kepercayaan se Provinsi Jawa Tengah wilayah Barat, meliputi Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Brebes, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen dan Cilacap. Rombongan dipimpin oleh Sulistiono, S.Sn, selaku Kepala Seksi Sejarah dan Tradisi, Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, didampingi beberapa staf.  Hadir juga mendampingi yaitu para penyaji/narasumber antaralain Dr. Widodo Brotosejati, S.Sn. dari Unnes Semarang, Waluyo, S.Kar. M.Sn., dan Sunyoto, S.Sn dari ISI Surakarta, serta Pengurus MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia) Jawa Tengah, Rahmad Purwantoro. Rombongan diterima oleh Plt. Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya KRAT. Tarmud

Manharabah Rifaat, cara rawat Padepokan setiap Minggu Wage

Gambar
Minggu Wage menjadi salah satu hari yang sangat berarti khususnya untuk Padepokan Wulan Tumanggal. Kenapa demikian, karena setiap Minggu Wage ada kegiatan Bersih Wulan Tumanggal, atau disebut Minggu Wagean, atau juga disebut dengan Manharabah Rifaat. Manharabah Rifaat sendiri adalah singkatan dari Mengamankan, Memelihara, Menambah, Melestarikan dan Memanfaatkan Padepokan Wulan Tumanggal. Untuk pelaksanaannya secara bergantian setiap Daerah yang ada dalam Perguruan Trijaya. Dan pada Minggu Wage yang lalu, 14 November 2021, giliran yang bertugas adalah Daerah Semarang. Kegiatan ini diawali dengan Tumpengan, sukuran ulang tahun kelahiran dan perkawinan oleh beberapa Putera yang dilasanakan malam Minggu Wage. Potong tumpeng dilakukan langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KP. Suryaningrat II dan didampingi oleh Nini Kartika.  Minggu pagi jam 7 tepat, Bersih Wulan Tumanggal dibuka oleh Penanggungjawab kegiatan, yang saat itu diampu oleh PW. Ang. Rubiyo. Diikuti semua Putera dari

Tanggap Warsa Nini Kartika dan Kapundhutnya Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya di HUT 37 Padepokan Wulan Tumanggal

Gambar
Rabu Pahing (8/9) sampai dengan Minggui Legi (12/9) menjadi rangkaian panjang Peringatan HUT Padepokan Wulan Tumanggal yang ke 37. Kegiatan ini dimulai dengan Ritual Caosan di hari Rabu Pahing malam Kamis Pon (9/9) tepat dihari jadi Padepokan Wulan Tumanggl. Dilanjutkan dengan Sukuran Tanggap Warsa (Ulang Tahun) Nini Kartika yang ke 53 dan Resepsi HUT Padepokan Wulan Tumanggal, pada Kamis Pon malam Jumat Wage (10/9) di Samora (Sasana Among Raga) Padepokan Wulan Tumanggal. Diwaktu yang sama, tepatnya malam Jumat Wage pukul 19.00, Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya, PW. Ang. K Teja Sulaksana atau Kanjeng Radem Aryo Tumenggung (KRAT) Sulaksono Hastondriyo Tejonagoro berpulang menghadap Yang Maha Kuasa.  Prosesi pemakaman dilakukan secara Penghayat Murni Perguruan Trijaya dan dikebumikan di Astanalaya Kasidan Jati, Padepokan Wulan Tumanggal, pada hari Jumat siang (10/9) pukul 13.00.

Grebeg Hari Raya Sura di Perguruan Trijaya

Gambar
Minggu Pon, (15/08), Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berpusat di Tegal, Perguruan Trijaya menggelar Grebeg Hari Raya Sura di Padepokan Wulan Tumanggal. Grebeg Tumpeng, Gunungan Hasil Bumi dan Raja Kaya tersebut dilakukan didalam lingkungan Sasana Wulan Tumanggal dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dikarenakan masih dalam masa PPKM pandemi Covid-19. Grebeg dilepas oleh Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Jawa Tengah, KH. Drs. Taslim Syahlan, M.Si yang saat itu hadir bersama rombongan tokoh lintas agama Provinsi Jawa Tengah. "Saya dan rombongan sangat berbahagia bisa bersama saudara kami, keluarga besar Trijaya dalam merayakan Hari Raya Sura 1955 Jawa ini", sambut Ketua FKUB Jawa Tengah. Dalam lanjutan sambuntannya, Taslim juga menyampaikan bahwa Grebeg Sura sudah menjadi tradisi masyarakat jawa. Dan lebih dari itu, sebagai tata ritual saudara kami para Penghayat Kepercayaan, termasuk di Perguruan Trijaya dengan nama Grebeg Har