Manharabah Rifaat, cara rawat Padepokan setiap Minggu Wage


Minggu Wage menjadi salah satu hari yang sangat berarti khususnya untuk Padepokan Wulan Tumanggal. Kenapa demikian, karena setiap Minggu Wage ada kegiatan Bersih Wulan Tumanggal, atau disebut Minggu Wagean, atau juga disebut dengan Manharabah Rifaat.

Manharabah Rifaat sendiri adalah singkatan dari Mengamankan, Memelihara, Menambah, Melestarikan dan Memanfaatkan Padepokan Wulan Tumanggal.

Untuk pelaksanaannya secara bergantian setiap Daerah yang ada dalam Perguruan Trijaya. Dan pada Minggu Wage yang lalu, 14 November 2021, giliran yang bertugas adalah Daerah Semarang.


Kegiatan ini diawali dengan Tumpengan, sukuran ulang tahun kelahiran dan perkawinan oleh beberapa Putera yang dilasanakan malam Minggu Wage. Potong tumpeng dilakukan langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KP. Suryaningrat II dan didampingi oleh Nini Kartika. 

Minggu pagi jam 7 tepat, Bersih Wulan Tumanggal dibuka oleh Penanggungjawab kegiatan, yang saat itu diampu oleh PW. Ang. Rubiyo. Diikuti semua Putera dari daerah yang bertugas yaitu Semarang, dan ditambah beberapa Putera dari Daerah lain yang saat itu berada di Padepokan.

Selama sehari penuh, para Putera bekerja sebagai upaya mempercantik Padepokan Wukan Tumanggal. Mulai dari membersihkan Curug, Sanggar Pamujan, Paturasan, Jalan menuju Sanggar/Curug, Astanalaya Kasidan Jati, dan berbagai sudut di area Sasana Wulan Tumanggal.


Bersamaan Minggu Wagean ini juga diisi dengan latihan tari Bedhaya Wulan Tumanggal oleh beberapa gadis remaja Anak Alam Nusantara (AAN). Ini adalah latihan tahap kedua mereka dan dilatih langsung oleh pencipta tari tersebut yaitu Eny Haryanti dan didampingi oleh Widarwati, salah satu penari Bedhaya dari UNNES Semarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macapat tak sekedar sebagai Pitutur Luhur, wujudkan dalam Perilaku Luhur

Fasilitasi Forum Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Puputan AAN lengkapi acara Tingalan Sewindu Jumenengan Romo Guru