Postingan

Tanggap Warsa Nini Kartika dan Kapundhutnya Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya di HUT 37 Padepokan Wulan Tumanggal

Gambar
Rabu Pahing (8/9) sampai dengan Minggui Legi (12/9) menjadi rangkaian panjang Peringatan HUT Padepokan Wulan Tumanggal yang ke 37. Kegiatan ini dimulai dengan Ritual Caosan di hari Rabu Pahing malam Kamis Pon (9/9) tepat dihari jadi Padepokan Wulan Tumanggl. Dilanjutkan dengan Sukuran Tanggap Warsa (Ulang Tahun) Nini Kartika yang ke 53 dan Resepsi HUT Padepokan Wulan Tumanggal, pada Kamis Pon malam Jumat Wage (10/9) di Samora (Sasana Among Raga) Padepokan Wulan Tumanggal. Diwaktu yang sama, tepatnya malam Jumat Wage pukul 19.00, Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya, PW. Ang. K Teja Sulaksana atau Kanjeng Radem Aryo Tumenggung (KRAT) Sulaksono Hastondriyo Tejonagoro berpulang menghadap Yang Maha Kuasa.  Prosesi pemakaman dilakukan secara Penghayat Murni Perguruan Trijaya dan dikebumikan di Astanalaya Kasidan Jati, Padepokan Wulan Tumanggal, pada hari Jumat siang (10/9) pukul 13.00.

Grebeg Hari Raya Sura di Perguruan Trijaya

Gambar
Minggu Pon, (15/08), Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berpusat di Tegal, Perguruan Trijaya menggelar Grebeg Hari Raya Sura di Padepokan Wulan Tumanggal. Grebeg Tumpeng, Gunungan Hasil Bumi dan Raja Kaya tersebut dilakukan didalam lingkungan Sasana Wulan Tumanggal dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dikarenakan masih dalam masa PPKM pandemi Covid-19. Grebeg dilepas oleh Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Jawa Tengah, KH. Drs. Taslim Syahlan, M.Si yang saat itu hadir bersama rombongan tokoh lintas agama Provinsi Jawa Tengah. "Saya dan rombongan sangat berbahagia bisa bersama saudara kami, keluarga besar Trijaya dalam merayakan Hari Raya Sura 1955 Jawa ini", sambut Ketua FKUB Jawa Tengah. Dalam lanjutan sambuntannya, Taslim juga menyampaikan bahwa Grebeg Sura sudah menjadi tradisi masyarakat jawa. Dan lebih dari itu, sebagai tata ritual saudara kami para Penghayat Kepercayaan, termasuk di Perguruan Trijaya dengan nama Grebeg Har

Kunjungan tokoh lintas agama di Padepokan Wulan Tumanggal, kuatkan toleransi di Jawa Tengah.

Gambar
Sabtu Pon (14/11), Beberapa tokoh lintas agama dan kepercayaan yang tergabung dalam Gerakan Kebangsaan Watugong atau disingkat sebagai Gerbang Watugong melakukan Silaturahmi Kebangsaan di Padepokan Wulan Tumanggal, Desa Dukuhtengah Kec. Bojong, Kab. Tegal. Rombongan yang dipimpin Ketua FKUB Jawa Tengah KH. Taslim Syahlan ini diterima langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KP Suryaningrat II. Dalam kesempatan ini, KH. Taslim Syahlan juga berkesempatan menyerahkan Piagam Watugong kepada Pembina Perguruan Trijaya dan disaksikan seluruh rombongan.  "Ini menjadi salah satu agenda kami yaitu penyerahan Piagam Watugong kepada para tokoh pimpinan organisasi, termasuk Perguruan Trijaya yang merupakan salah satu organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa tingkat pusat yang berpusat di Tegal", jelas KH. Taslim Syahlan. Ketua FKUB Jawa Tengah tersebut juga menambahkan bahwa Piagam Watugong yang berisi 3 (tiga) kesepakatan tentang penguatan ideologi dan k

"Sendiko Nglampahi", Janji dalam Puputan Abdi Dalem dan Sentono Dalem

Gambar
Minggu Pon (8/11), Perguruan Trijaya melaksanakan upacara adat dan tradisi ritual Puputan Abdi Dalem dan Sentono Dalem. Puputan ini diikuti 77 Putera Perguruan Trijaya yang telah menjadi Abdi Dalem dan Sentono Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat dan dipuput langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru Kanjeng Pangeran Suryaningrat II. Puputan ini mengisi acara dalam salah satu kegiatan besar rutin tahunan yaitu, Pengetan Jumenengan Romo Guru KP Suryaningrat II, Pembina Perguruan Trijaya. Ritual ini dilakukan pada malam Senin Wage (9/11) di Sasana Astanalaya Kasidanjati, Padepokan Wulan Tumanggal.  Dalam acara Puputan ini dilaksanakan pengucapan Kaprasetyan (janji setia) oleh semua abdi dalem dan sentono dalem, yaitu setia terhadap Pancasila dan NKRI, setia terhadap ajaran dan setia terhadap nilai-nilai kebaikan secara patrap .  Dalam prosesi ini, setiap Putera secara bergantian maju dihadapan Romo Guru dan mengucapkan nama beserta gelar kepangkatan abdi dalem dan sentono dalem d

Perayaan Hari Raya Sura 1954 J / 2020 M di tengah Pandemi Covid-19

Gambar
Meskipun dalam masa Pandemi, Perayaan Hari Raya Sura oleh Perguruan Trijaya tahun ini tetap diadakan namun secara sederhana dan jauh dari keramaian.  Perayaan Hari Raya Sura (HRS) Tahun 1954 J / 2020 M ini juga meliputi beberapa acara, diantaranya Mandi Curug, Sujudan, Sate Hari Raya Sura, Grebeg Sura, Rebutan Gunungan, Rebut Tumpeng, Caosan, Siraman, Arkatan, dan Pembinaan Keluarga Rahayu. Seperti halnya Grebeg Sura, satu dari rangkaian Hari Raya Sura yang biasanya dilakukan dengan kirab gunungan hasil bumi dan raja kaya dijalan raya Guci - Simpar, kali ini hanya dilakukan didalam Padepokan Wulan Tumangal. Tampak beberapa paraga Grebeg juga dikurangi agar tidak terjadi kerumunan. Selain itu protokol kesehatan lainnya juga diberlakukan yaitu memakai masker, mencuci tangan sebelum berbaris, membawa hand sanitizer, dan menjaga jarak antar sesama peserta Grebeg. Grebeg Sura dilepas oleh Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Bergama) Provinsi Jawa Tengah, KH. Taslim Syahlan yang didampingi Pemb

Sujudan Ageng warnai peringatan 75 Tahun Indonesia Merdeka

Gambar
Dalam rangka peringatan 75 tahun Indinesia Merdeka, Perguruan Trijaya mengadakan Sujudan Ageng. Sujudan ini menjadi ritual khusus sebagai doa bersama atas pandemi yang menimpa bangsa ini dan masyarakat dunia pada umumnya. Sujudan Ageng ini dilaksanakan di Sanggar Pamujan, Padepokan Wulan Tumanggal, pada malam Selasa Legi tanggal 17 Agustus 2020. Prosesi ritual ini dimulai dengan kirab pusaka dan ubo rampe yang dimulai dari Sasana Gatotkaca Lokaji Parangtumaritis, kemudian berjalan menuju sanggar pamujan yang berjarak sekitar 500 meter. Sujudan Ageng mulai masuk acara inti jam 00 dan dipimpin langsung Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KP Suryaningrat II yang diikuti sekitar 200 Putera (anggota) dan simpatisan. Usai sujudan, dilanjutkan dengan makan malam dengan menu ubo rampe sujudan yang dicampur dalam takir, yaitu wadah yang terbuat dari daun pisang. Takir ini dibagi rata untuk semua peserta sujudan.       

Olimpiade Gunung ramaikan HUT Kemerdekaan Indonesia ke 75

Gambar
Dalam rangka memperingati HUT ke 75 Kemerdekaan Indonesia, Perguruan Trijaya kembali mengadakan serangkaian kegiatan salah satunya lomba permainan tradisional yang dikemas dalam sebuah event yang bernama Olimpiade Gunung. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, Olimpiade Gunung ini dilaksanakan secara outdoor di sebuah lapangan yang bernama Lokaji Parangtumaritis, masih didalam area Padepokan Wulan Tumanggal, Bojong, Kabupaten Tegal. Beberapa cabang yang dilombakan antaralain Grobak Sodor, Bentengan, Congklak/Dakon, Egrang Bambu, dan Egrang Batok. "Ini sebuah kerinduan kami akan permainan tradisional, disini sangat terlihat originalitas para peserta, baik dari emosi, semangat, canda tawa, kerjasama dan olahraga", jelas ketua panitia PAC. Doni KP, AAN.