Grebeg Hari Raya Sura di Perguruan Trijaya


Minggu Pon, (15/08), Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berpusat di Tegal, Perguruan Trijaya menggelar Grebeg Hari Raya Sura di Padepokan Wulan Tumanggal. Grebeg Tumpeng, Gunungan Hasil Bumi dan Raja Kaya tersebut dilakukan didalam lingkungan Sasana Wulan Tumanggal dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dikarenakan masih dalam masa PPKM pandemi Covid-19.


Grebeg dilepas oleh Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Jawa Tengah, KH. Drs. Taslim Syahlan, M.Si yang saat itu hadir bersama rombongan tokoh lintas agama Provinsi Jawa Tengah.

"Saya dan rombongan sangat berbahagia bisa bersama saudara kami, keluarga besar Trijaya dalam merayakan Hari Raya Sura 1955 Jawa ini", sambut Ketua FKUB Jawa Tengah.


Dalam lanjutan sambuntannya, Taslim juga menyampaikan bahwa Grebeg Sura sudah menjadi tradisi masyarakat jawa. Dan lebih dari itu, sebagai tata ritual saudara kami para Penghayat Kepercayaan, termasuk di Perguruan Trijaya dengan nama Grebeg Hari Raya Sura.


Sebelum Grebeg dilepas, dilakukan ritual Nyarati Gunungan Hasil Bumi dan Raja Kaya oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KP. Suryaningrat II.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1500 meter, gunungan hasil bumi diperebutkan oleh seluruh peserta Hari Raya Sura.


Grebeg adalah satu dari rangkaian acara di Perguruan Trijaya yang dilaksanakan di hari ke dua, dari total 3 (tiga) hari pelaksanaan peringatan dan perayaan Hari Raya Sura 1955 J / 2021 M. 

Adapun rangkaian acara Hari Raya Sura di Perguruan Trijaya, antara lain Mandi Curug, Sate Hari Raya Sura, Grebeg, Rebut Tumpeng, Caosan, Siraman, Arkatan, dan Pembinaan Keluarga Rahayu. (BP)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macapat tak sekedar sebagai Pitutur Luhur, wujudkan dalam Perilaku Luhur

Fasilitasi Forum Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Kunjungan tokoh lintas agama di Padepokan Wulan Tumanggal, kuatkan toleransi di Jawa Tengah.