Selasa, 05 Juni 2012

Peringatan Hari Pancasila 2012


Bangsa yang hidup dengan penuh  ketentraman, kedamaian, kerukunan dan saling pengertian merupakan dambaan dan tujuan setiap warganya. Bangsa Indonesia pernah memiliki kehidupan  yang tenang, tentram, terpenuhi segala kebutuhan hidupnya dari alam yang memang telah dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa (tata tentrem kerta raharja, gemah ripah lohjinawi). Namun itu dulu, jaman dimana Nusantara belum terjamah oleh orang asing, kepentingan individu maupun hal-hal negatif yang memang timbul dan ada manakala kita hanya berpikir dan berbuat untuk kepentingan pribadi maupun golongannya. Masih memiliki rasa saling menghormati, rela berkorban untuk sesama  dalam mencermati keadaan dan situasi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat seperti yang kita rasakan akhir-akhir ini, utamanya adalah bencana dan musibah yang terjadi silih berganti, sudah waktunya bagi kita untuk berpikir dan merenung sejenak demi mencari jawaban atas pertanyaan “Apa gerangan yang salah dengan negeri ini ?”
Nilai-nilai luhur dan kebudayaan Nusantara  yang merupakan jati diri dan roh kehidupan bangsa ini telah ditinggalkan oleh anak-anak negeri.  Kebudayaan dan nilai-nilai luhur budaya Nusantara seperti : bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, saling menghormati, rela berkorban, gotong royong, bangga sebagai bangsa Indonesia, dan bersatu tidak lagi kita temui dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebudayaan Nusantara saat ini sudah hampir tenggelam tergilas oleh kebudayaan luar Nusantara yang diadobsi dan berkembang di negeri ini. Kebudayaan asing yang dulu diterima dengan penuh keterbukaan oleh para Leluhur Nusantara sekarang telah menggeser nilai-nilai dan kebudayaan Nusantara itu sendiri hampir disemua sektor. Untuk itu, tidak terkecuali, baik warga negara selaku individu maupun kelompok serta para pemegang kekuasaan harus segera kembali kepada UUD 1945 dan PANCASILA serta Nilai-nilai luhur budaya Nusantara.
Kita sebagai kaum muda, generasi muda Indonesia wajib untuk memiliki ideologi yang mantap yaitu PANCASILA, memiliki dedikasi tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu kecintaan terhadap bangsa dan Negara yang didasari perjuangan, perjuangan yang memiliki hasil nyata demi kejayaan Nusantara, memiliki Ilmu perjuangan yang lengkap dan menyeluruh untuk membentuk Indonesia Baru yang berbudaya dan ber- Jiwa Nusantara.


PANCASILA yang merupakan pusat tingkah laku yang dikembangkan sebagai pedoman tingkah laku Bangsa Indonesia, pada tanggal 1 Juni 1945 PANCASILA ditetapkan sebagai dasar Negara Indonesia. Mengapa? Karena PANCASILA merupakan Nafas Kehidupan Nusantara, tidak hanya sebagai ajaran atau pandangan saja. PANCASILA merupakan nafas yang sesuai dengan alam Nusantara.
Perguruan TRIJAYA Padepokan ARGASONYA – Pusat Tegal merupakan salah satu elemen bangsa Indonesia, mewujudkan perilaku serta keyakinannya terhadap Pancasila melalui kegiatan “PERINGATAN DAN PERAYAAN HARI PANCASILA 2012 ” yang diselenggarakan pada tanggal 31 Mei – 1 Juni 2012 di Padepokan Wulan Tumanggal Desa Dukuhtengah Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Kegiatan yang dilaksanakan  selama dua hari ini meliputi beberapa acara antara lain Tumpengan, Upacara Bendera dan Lomba Menyanyi Mars AAN.