Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

MENGHIDUPKAN KEMBALI CAOSAN PAC, SETELAH SEKIAN LAMA VAKUM

Gambar
Setelah sekian lama Caosan PAC tidak pernah dilaksanakan, kali ini dilaksanakan di Daerah Semarang. Caosan PAC merupakan salah satu kewajiban bagi Putera yang telah mencapai tingkat PAC dan dilaksanakan minimal 70 hari sekali. Dahulu, caosan PAC sering dilaksanakan secara berkelompok dalam satu ataupun lebih Daerah yang berdekatan. PAC, merupakan singkatan dari Putera Arkat Chatam. Sebutan atau gelar tingkatan Putera (murid) dalam Perguruan Trijaya. Ini merupakan tingkatan arkat/level terakhir dimana telah dinyatakan lulus sebagai murid dalam menempuh pendidikan pada tingkat arkat. Seorang Putera yang menyandang PAC telah menempuh beberapa tahap. Dari arkat 1 sampai 2 bergelar PAK (Putera Arkat Kasar), arkat 3 sampai 6 bergelar PAH (Putera Arkat Halus), arkat 7 sampai 10 bergelar PAH ( Putera Arkat Halus ) Arkat 11 PAT (Putera Arkat Tamat). Setelah mencapai PAT, seorang Putera diwajibkan melaksanakan sukuran Chataman setelah melaksanakan arkatan yang terahir di arkat 11. I

PERINGATAN HUT RI KE 71 DI DUA PADEPOKAN SEKALIGUS

Gambar
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. KEIMANAN (Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara), yang merupakan kelompok generasi muda Perguruan Trijaya, melaksanakan bakti masyarakat dengan membangun sebuah gapura sederhana di lingkungan masyarakat Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, berdekatan dengan Padepokan Argasonya. Gapura tersebut diresmikan Camat Tegal Barat Sri Widiati, SH. pada hari Rabu Wage (17/8) jam 4 sore. Peresmian gapura tersebut disaksikan oleh Kapolsek dan Danramil Tegal Barat, Lurah Tegalsari, Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya, Kabid KEIMANAN, tokoh masyarakat, perwakilan warga dan Putera Perguruan Trijaya. Pada waktu yang bersamaan, Di Padepokan Wulan Tumanggal digelar berbagai lomba untuk masyarakat. Perlombaan tersebut diantaranya panjat pinang, balap karung, balap egrang, tarik tambang, makan kerupuk, pindah kelereng, pindah bendera, pindah koin, dan pukul air. Perlombaan tersebut me