Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Macapat tak sekedar sebagai Pitutur Luhur, wujudkan dalam Perilaku Luhur

Gambar
Setiap tembang macapat mempunyai makna dan tuntunan hidup yang sangat bermanfaat, untuk itu kita harus mampu mewujudkan pitutur luhur tersebut menjadi perilaku luhur.

Hal tersebut disampaikan oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Suryaningrat II dalam acara kidungan macapat, dalam rangka Pengetan Romo Guru KPA. EK Giripati Suryaningrat (RGKPA), Kondur Ing Ngarsa Gusti Ingkang Maha Agung, Jumat malam (10/11) di Astanalaya Kasidan Jati, Padepokan Wulan Tumanggal.

Kidungan tersebut selain diikuti para Putera Perguruan Trijaya, juga dihadiri runnerup Sinden Idol 2016 dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Maya Yuanita. Hadir pula sebagai tamu undangan Kasubbag Pendidikan, Kebudayaan dan Perpustakaan, Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Eny Haryanti, S.Pd M.Pd, yang juga ikut mengisi acara dengan menampilkan sebuah tari persembahan yang diiringi sekar macapat dandanggula oleh Ita, panggilan baru dari Romo Guru untuk sinden yang berasal dari kota Kudus tersebut.

Kidungan meru…

HARI PEMUDA 2017 : SELAIN MEMBANGUN JIWA, PEMUDA JUGA HARUS MEMBANGUN RAGA SEBAGAI MODAL MEMBANGUN BANGSA

Gambar

72 POHON MAHONI MENJADI PENGHUNI BARU DI PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL

Gambar
Sebanyak 72 pohon mahoni, menjadi penghuni baru di Sasana Padepokan Wulan Tumanggal. Bibit tersebut ditanam pada kegiatan rutin Minggu Wagean, yang biasa disebut sebagai Manharabah Rifaat, Minggu Wage (1/10).

ke 72 bibit pohon mahoni tersebut berasal 2 daerah, yaitu daerah Semarang sebanyak 20 bibit, dan 52 bibit dari daerah Brebes. Jumlah 72 ini bukan dari sebuah kesengajaan, terutama bibit yang berasal dari daerah Brebes.

Sebenarnya kami tidak sengaja membawa sejumlah itu, saya tahunya membawa satu bongkok bibit pohon mahoni, jelas Pt. Samadiwangsa dari Tasikmalaya, Putera Daerah Brebes yang ikut dalam kegiatan Manhabah Rifaat kali ini. Angka 72 ini sesuai dengan tahun ini tepat 72 tahun kemerdekaan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Minggu wagean ini menjadi yang pertama kali di tahun 1951 Jawa, setalah beberapa hari kemarin melaksanakan Hari Raya Suro. Sebanyak 15 Putera Daerah Semarang ikut sebagai petugas kegiatan ini, dibantu beberapa Putera dari Daerah Brebes,…

4 PENDEKAR CIUNG WANARA BERAKSI DI PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL

Gambar
4 (empat) pendekar dari Bandung, dengan gaya khas mereka, berhasil menampilkan aksi tebaiknya di Padepokan Wulan Tumanggal, Sabtu Pon malam Minggu Wage (1/10). Selain tangkas dalam bela diri tangan kosong, mereka juga mampu menampilkan kepiawaiannya dengan menggunakan senjata, baik senjata tajam (belati) maupun tongkat.

Risya (17), Lutfi (17), dan Shifa (16) duduk bersama di SMAN 24 Bandung, sedangkan Miftah (14) bersekolah di SMPN 17 Bandung. Mereka belajar silat di Perguruan Pencak Silat Ciung Wanara Domas, kota Bandung pimpinan Kustiwa Gunawan, yang juga ayah dari Risya .

Aksi keempat pendekar remaja dari kota kembang itu merupakan persembahan khusus di acara Sukuran Ambal Warsa Perkawinan Romo Guru KRA Suryanigrat II dengan Nini Kartika yang ke 23.


Acara yang digelar di Pamiwahan Putera, Padepokan Wulan Tumanggal tersebut juga diikuti 3 pasangan Putera (Pt) sebagai peserta sukuran ulang tahun perkawinan, Diantaranya Pt. Adi Setyanto (Pakde Adi) dengan Pt. Endah Kusumaningsih (Budh…

GREBEG HARI RAYA SURA 1951 JAWA DI PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL

DUA TARIAN KHAS KABUPATEN TEGAL RAMAIKAN SUKURAN 33 TAHUN PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL

Gambar
Dua tari kreasi khas kabupaten Tegal menambah semarak, malam sukuran peringatan 33 tahun Padepokan Wulan Tumanggal, Jumat Legi malam Sabtu Pahing (9/9). Diantaranya yaitu tari Lengggang Pari yang diperagakan 4 (empat) penari yang terdiri 2(dua) laki-laki dan 2(dua) perempuan dari Sanggar Perwitasari Tegal.

Berikutnya ada tari Rancak Balo yang diperagakan 2(dua) gadis cantik dari sanggar Lenggok Ayu, Bojong, Kabupaten Tegal. Kedua tarian khas kabupaten Tegal tersebut dikemas secara atraktif dan sangat menghibur semua Putera yang hadir memenuhi Pamiwahan Putera, Padepokan Wulan Tumanggal.

Sebelumnya, ditampilkan pula tari yang sudah menjadi tari tradisi, dimana selalu ditampilkan disetiap kegiatan yang diadakan oleh Perguruan Trijaya, yaitu Tari Gatotkaca. Tari ini diperagakan langsung oleh pengasuh sanggar Perwitasari, Priambodo, S.Sn.

Ketiga tari tersebut diatas, mengawali acara sukuran berupa pemotongan tumpeng. Di usia yang ke 33 tahun, diharapakan Pedepokan Wulan Tumanggal semakin…

LOMBA CERDAS CERMAT RAMAIKAN HUT REPUBLIK INDONESIA KE 72

Gambar
Dalam rangka memperingati HUT RI ke 72, Perguruan Trijaya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pancasila di Padepokan Wulan Tumanggal, Rabu Pahing, (16/8).

Lomba ini diikuti sebanyak 22 SD se kecamatan Bojong. Pelaksanaan LCC ini secara teknis dijalankan oleh tim lomba dari UPTD Dikbud Kecamatan Bojong yang terdiri dari 7 petugas, yang masing-masing bertugas sebagai pembaca soal, juri dan pengawas.

Event ini merupakan pertama kalinya, kerjasama Perguruan Trijaya dengan UPTD Dikbud kecamatan Bojong, jelas Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Bojong, Cipto Dwi Setyo Purnomo, S.Pd saat membuka kegiatan.

Dari segi peralatan, perlengkapan sampai dengan dekorasi, LCC ini termasuk sangat bagus, jarang sekali saya jumpai LCC seperti ini bahkan setingkat kabupaten. Dilihat dari peralatan, khususnya bel yang dipakai sudah seperti LCC tingkat nasional, tambahnya.

Lomba ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap kualifikasi dan tahap cerda…

SUNGKEMAN, SATU DARI TRADISI RITUAL TAHUNAN DI PERGURUAN TRIJAYA

Gambar
Segitiga dalam lingkaran, yang ada dalam lambang Perguruan Trijaya mempunyai makna Tuhan, Orang tua dan Guru. Hal ini memberi pejelasan bahwa ajaran di Trijaya mewajibkan setiap Putera untuk selalu hormat terhadap Tuhan, Orang tua dan Guru.

Penyebutannya pun tidak boleh dibalik karena hal itu merupakan sekala prioritas, jelas Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA Suryaningrat II dalam acara Sungkeman di Padepokan Wulan Tumanggal, malam Kamis Kliwon (29/06).

Sungkeman merupakan tradisi ritual permohonan maaf di Perguruan Trijaya yang dilaksanakan rutin setiap tahun. Sungkeman biasanya dilaksanakan setiap malam kedua Hari Raya Idul Fitri, namun kali ini, dilaksanakan pad malam ke 4(empat)  lebaran.

Sungkeman tahun ini terasa istimewa karena bersamaan dengan salah satu malam keilmuan yaitu malam Wajib Perguruan Trijaya, yang sekaligus juga merupakan rangkaian Supit. "Sebenarnya siapa yang ikut sungkeman kali ini, tepat di malam kamis kliwon, adalah anggota Perguruan Trijaya yang…

BERPULANGNYA SANG IBU WULAN TUMANGGAL

Gambar
Seakan menanti malam yang tepat, bersamaan dengan ritual minggu pahing yang dilaksanakan secara rutin di masing-masing daerah, Ibu Wulan Tumanggal telah berpulang menghadap sang Pencipta, Gusti Ingkang Maha Agung. Tepatnya Sabtu Legi malam Minggu Pahing, (10/6) pukul 20.00 WIB.

Ibu Wulan Tumanggal mempunyai nama asli Sri Mulyaningsih. Setelah memperoleh gelar kehormatan dari Keraton Surakarta Hadiningrat, dengan SK No. PB XIII.B2.081.2013 tertanggal 20 Oktober 2013, beliau mendapat pangkat Bupati Sepuh dengan nama lengkap Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Mulyaningsih Wulan Tumanggal. Penyerahan Sertifikat Keraton tersebut dilaksanakan di Padepokan Wulan Tumanggal.

Untuk saat ini gelar tersebut juga dimiliki oleh Walikota Tegal yaitu KMT. Hj Siti Masitha Soeparno. Gelar tersebut diberikan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat pada 1 Mei 2016, dalam rangka memperingati Hari Besar Raja Karaton Solo Jumenengan ISKS Paku Buwono XIII.

PANCASILA, ANUGERAH TERINDAH YANG PERNAH KITA MILIKI

Gambar
Pancasila adalah anugerah terbesar dan paling indah yang Tuhan berikan kepada kita semua, bangsa Indenesia. Tidak ada falsafah hidup berbangsa yang lebih indah selain Pancasila yang hanya dimiliki negara kita, dan tak satupun bangsa lain yang memilikinya.

Itulah pesan Romo Guru KRA Suryaningrat II, Pembina Perguruan Trijaya dalam acara malam sukuran Hari Pancasila tahun 2017 di Samora (Sasana Among Raga) Padepokan Wulan Tumanggal, Kabupaten Tegal, Rabu malam (31/5). Setelah 17 tahun Perguruan Trijaya melaksanakan rutin peringatan Hari Pancasila, kali ini 1 Juni telah menjadi hari libur nasional berdasar ketetapan presiden tahun 2016 lalu, tambah Romo Guru.

Usai acara potong tumpeng dan makan malam, dilanjutkan dengan lomba peragaan busana adat nusantara. Lomba ini diikuti oleh anak-anak yang tergabung dalam kelompok Anak Alam Nusantara (AAN), dimana didominasi oleh anak-anak Sekolah Dasar. Keluguan meraka dalam unjuk kebolehan ala model profesional mengundang gelak tawa, sekaligus me…

GUNUNGAN HASIL BUMI DARI PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL LENGKAPI KIRAB HARI JADI KABUPATEN TEGAL

Gambar
Melengkapi rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Tegal yang ke 416, dengan mengusung tema "Mbangun Berkah Gawe Bungah", Pemkab Tegal menggelar Kirab Pataka yang dilaksanakan pada kamis pon (18/5).

Kirab ini terasa lengkap dengan adanya gunungan hasil bumi dari Perguruan Trijaya dan dikawal oleh puluhan Putera Trijaya yang sebagian besar merupakan para cantrik di Padepokan Wulan Tumanggal, salah satu padepokan Perguruan Trijaya yang berada di kaki gunung Slamet tepatnya di desa Dukuhtengah, kecamatan Bojong. Rombongan dipimpin langsung Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya, PW. Ang. KRT. K Teja Sulaksana.

Kirab diberangkatkan langsung oleh Bupati Tegal Ki Enthus Susmono dengan mengambil start di rumdin bupati dan finish di gedung DPRD kabupaten Tegal.

Marching band Satpol PP menjadi barisan paling depan kirab tersebut. Dibelakangnya diisi oleh Paskibra, pembawa pataka, kereta Bupati, gamelan, Gunungan Hasil Bumi, ibu-ibu camat se kabupaten Tegal, b…

7 PUTERA IKUT SUKURAN DALAM ACARA AMBAL WARSA ROMO GURU

Gambar
7 (tujuh) Putera aktif ikut serta sukuran ulang tahun kelahiran, dalam acara Sukuran Ambal Warsa Romo Guru KRA Suryaningrat II (Pembina Perguruan Trijaya), Sabtu Legi malam Minggu Pahing, (6/05/2017).

Ke 7 Putera tersebut diantaranya Pt. Priwidodo, AAN dari Purwodadi, Pt. Purwanto dari Pemalang, Pt. Deny L, AAN dari Jakarta, Pt. Sakroni dari Tegal, Pt. Endar RP, AAN dari Tegal, Pt. Widha MK, AAN dari Purwodadi, dan Pt. Bambang Permadi, AAN dari Semarang.

Acara potong tumpeng digelar di Pamiwahan Putera, dilanjutkan dengan makan malam dan hiburan yang lokasinya berada di halaman depan Dalem Suryaningratan. Di panggung terbuka itu dipertunjukkan 3 (tiga) tampilan tari, yaitu Tari Guci dari Bumijawa, Tari Endel khas Kabupaten Tegal dan Tari Jaipong dari Tasikmalaya.

Selain dihadiri para Putera, simpatisan dan keluarga, hadir dalam acara tersebut Camat Bojong Drs. Edy Siswoyo lengkap dengan jajaran Forkopimcam yaitu Kapolsek Bojong AKP Sugeng Subagyo, SH, Danramil Bojong Kapten Inf. Fathu…

PEREMPUAN PELESTARI BUDAYA SPIRITUAL

Hari Kartini, yang setiap tahunnya diperingati oleh Perguruan Trijaya kali ini terlihat lain, yaitu hadirnya ibu Bupati Tegal, Nurlela Enthus Susmono. Ini kali pertama Padepokan Wulan Tumanggal yang sejak pertma berdiri pada 9 Septeber 1984, dihadiri oleh isteri bupati Tegal.

Kehadiran Ibu Bupati Tegal betepatan pada malam sukuran hari Kartini, yaitu Kamis Kliwon malam Jumat Legi, (20/4). Malam itu bertepatan juga dengan malam Supit (Jumat Legi), salah satu malam ritual yang rutin dilaksanakan setiap bulannya.

KISEMAR, CARA MERAWAT INDONESIA DAN BHAKTI KITA PADA IBU PERTIWI

Gambar
Dengan Sinergitas antar sesama pihak, akan terbangun kerjasama yang dapat saling mengisi. Padepokan bukan hanya untuk kanuragan, atau sekedar dimintai restu, tapi sekaligus ngelingke dan mencerahkan, nduduhke endi sing olo endi sing becik, Kebenaran moralitas dan integritas yang bermuara pada kehidupan yang sesuai dengan tujuan kehidupan dan esensi berbangsa dan bernegara. Inilah bagian dari KISEMAR, cara kita merawat Indonesia dan bhakti kita pada Ibu Pertiwi.

Itulah bait terakhir dari sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Amanat Pembina Upacara dalam rangka Kegiatan Sebelas Maret (KISEMAR) 2017 yang dibacakan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Setda Provinsi Jawa Tengah, Drs. Supriyono, MM, Sabtu Kliwon 11 Maret 2017.
Upacara Bendera tersebut digelar di Lokaji Nusantara, yaitu sebuah lapangan yang berada di Padepokan Wulan Tumanggal. Upacara ini merupakan agenda rutin yang diadakan Perguruan Trijaya sebagai peringatan akan salah satu hari yang bersejarah bagi perjal…