Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Kidungan Dalang Pring Tegal, menghiasi kesakralan Pengetan Romo Resi.

Gambar
Ki Sri Widodo, Dalang Wayang Pring dari Kabupaten Tegal, menampilkan kepiawaiannya dalam kidungan macapat pada acara Pengetan Romo Resi KPA Suryaningrat (Pendiri Perguruan Trijaya), Sabtu malam Minggu Wage (14/12).

Acara ini digelar di Padepokan Wulan Tumanggal, tepatnya di Astanalaya (area pemakaman) Kasidanjati, dimana Romo Resi dikebumikan.

Peringatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan Perguruan Trijaya setiap tanggal 15 Desember, diambil dari tanggal kelahiran Romo Resi. Kegiatan ini sudah dilaksanakan selama 6 tahun, sejak beliau berpulang kehadirat Gusti Ingkang Maha Agung pada Minggu Pon, 10 Nopember 2013.

Selain kekidungan Macapat, acara ini juga diisi dengan Nyekar (tabur bunga), pemutaran video perjalanan Romo Resi, yang berisi kegiatan beliau selama menjadi Pembina Perguruan Trijaya yang telah didokumentasikan secara baik.

Selain itu, acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng, menyanyikan lagu-lagu kesukaan beliau, Panembromo, dan makan bersama dengan …

Perguruan Trijaya menjadi peserta Gelar Tradisi Ritual 2019

Gambar
Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan event besar yang bertajuk "Gelar Tradisi Ritual" Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tahun 2019.
Kegiatan yang melibatkan beberapa organisasi Penghayat Kepercayaan ini digelar selama 5 hari, yang dibuka pada Senin malam (18/11) sampai dengan Jumat siang (22/11) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.
Kegiatan yang sarat dengan tradisi budaya spiritual ini, meliputi Gelar Tradisi Ritual, Pameran, dan Seminar Penghayat Kepercayaan.
Organisasi Penghayat Kepercayaan yang terlibat dalam kegiatan tahun ini meliputi Cahya Buwana, Sedulur Sikep, AK Perjalanan, Sapta Darma (Persada), Kapribaden, Tunggul Sabdo Jati, MLKI, Perguruan Trijaya, Puanhayati, Ngudi Utomo dan Kejawen Maneges.
Kegiatan ini juga diisi dengan penampilan karya seni oleh beberapa Sekolah di Kota Semarang, dan pagelaran Wayang Kulit. Di hari terkahir Jumat (22/11) sebelum penutupan digelar Sem…

Pengetan Jumenengan 6 Tahun Romo Guru KRA Suryaningrat II

Gambar
Jumenengan, sebuah prosesi adat dan tradisi yang bernilai sakral  dilaksanakan oleh Perguruan Trijaya di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Wage lalu (10/11).

Pengetan (Peringatan) Jumenengan Romo Guru KRA Suryaningrat II sebagai pembina Perguruan Trijaya merupakan sebuah proses yang diawali dengan kondurnya Pembina pertama yaitu Romo Resi (RG KPA Giripati Suryaningrat) 6 tahun yang lalu, yaitu pada Minggu Pon, 10 November 2013, tepat bersamaan dengan hari Pahlawan.

Prosesi Jumenengan dilaksanakan di Astanalaya Kasidan Jati, di pesarean Romo Resi. Disini dilaksanakan Kirab ubo rampe dan Nyekar. Sebelum prosesi Nyekar, didahulu dengan tari Bedhaya Wulan Tumanggal yang diperagakan 9 penari perempuan.






Bedhaya Wulan Tumanggal tampil kedua di Kawin Perak Romo Guru dan Nini Kartika

Ganjar Pranowo kunjungi Padepokan Wulan Tumanggal dengan naik motor

Gambar
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo datangi Padepokan Wulan Tumanggal dengan naik motor. Kunjungan orang nomor satu di Jawa Tengah ini, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Padepokan Wulan Tumanggal yang ke 35.

Kunjungan ini adalah ke 2 (dua) kalinya sejak tahun 2013 lalu seminggu sebelum Pilkada pertama dia terpilih. Selama menjabat Gubernur, Ganjar menyampaikan maaf karena 2 kali dia gagal memenuhi undangan di acara yang diselenggarakan Perguruan Trijaya.

Rombongan bermotor Ganjar yang bertolak dari Purbalingga ini disambut langsung Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA Suryaningrat II dan Bupati Tegal Umi Azizah yang sudah datang di Padepokan Wulan Tumanggal. Sambutan Romo Guru kepada Gubernur Jateng ini dengan bentuk pemberian iket (ikat kepala) yang dipasang langsung oleh Romo Guru, sesaat setelah Ganjar turun dari motor, dengan diiringi tari Gambyong yang ditampilkan oleh 3 (tiga) remaja perempuan anggota Perguruan Trijaya.

Sesampai di Wulan Tumanggal, Ganjar dan rombong…

Hari Raya Sura 1935 J. Keluarga Rahayu penuh harmonis, kunci sukses masa depan

Keharmonisan, komunikasi, pengertian dan kebersamaan dalam rumah tangga akan memberi dampak yang sangat besar pada kesusksesan kehidupan kita pada masa masa yang akan datang. Hubungan suami dan isteri, ayah dan anak, ibu dan anak diharapkan terjaga dengan baik jika ingin hidup kita menjadi lebih baik, tanpa masalah yang berarti.

Hal diatas disampaikan Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA. Suryaningrat II dalam pembinaan Keluarga Rahayu dimana menjadi acara penutup dalam rangkaian kegiatan Hari Raya Sura 1935 J / 2019 M yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai Jumat (29/8) hingga Minggu (1/9) di Padepokan Wulan Tumanggal, Kabupaten Tegal.

Indonesia dibangun diatas Keberagaman sekaligus menjadi Kekuatan dalam Persatuan.

Gambar
Bangsa kita Indonesia dibangun diatas keberagaman, sehingga menjadi sebuah kekuatan disaat semua komponen bangsa ini bisa bersatu. Keberagaman ini merupakan aset, kekayaan bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju dengan pembangunan SDM yang unggul.

Hal tesebut diatas disampaikan Romo Guru KRA. Suryaningrat II, Pembina Perguruan Trijaya dalam amanat Pembina Upacara Peringatan HUT ke 74 Republik Indonesia di Padepokan Wulan Tumanggal Kabupaten Tegal, Sabtu Wage (17/8).

Romo Guru juga menegaskan kembali kepada para peserta upacara untuk menjalankan 7 (tujuh) nilai Jiwa Nusantara, diantaranya Bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berbudi Pekerti Luhur, Rela Berkorban, Saling Menghormati, Gotong Royong, Bangga Sebagai Bangsa Indonesia, dan Bersatu.

Upacara Bendera ini mengawali rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke 74, sebelum dilaksanakan berbagai lomba dan sukuran di malam Minggu Kliwon (18/8). Sebagai peserta upacara, selain diikuti keluarga besar Perguruan Trijaya, upacara ini jug…

Meneguhkan kembali semangat Persatuan, di Hari Pancasila 2019

Gambar
Sabtu Pahing (1/6), Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya - Pusat Tegal, kembali menggelar upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Pancasila 2019 di Padepokan Wulan Tumanggal, Kabupaten Tegal. Peringatan Hari Pancasila ke 74 ini mengukuhkan kembali bahwa Perguruan Trijaya telah melaksanakan peringatan Hari Pancasila yang ke 19, tepatnya mulai tahun 2000 silam.

"Di tahun ke 16 kami (PerguruanTrijaya) melaksanakan peringatan Hari Pancasila, tepatnya tahun 2016 pemerintah baru menetapkan 1 Juni menjadi hari libur nasional dan kami apresiasi meskipun ada yang kurang pas karena menggunakan kata "lahir"pada Hari Lahir Pancasila", jelas Romo Guru KRA Suryaningrat II, Pembina Perguruan Trijaya dalam amanat pembina upacara.

"Karena lahir itu akan ada satu batas seperti orang berkehidupan, yaitu mati. "Dengan mengambil analog atau persamaan 21 April adalah sebuah peristiwa pribadi RA Kartini, pemerintah Republik Indonesia menetapkan sebagai Hari Kartini, bukan …

Makna Ambal Warsa Romo Guru ke 51 di 35 Tahun Perguruan Trijaya

Kartini, Kesetaran hak Perempuan dalam mendidik generasi penerus bangsa

KISEMAR 2019, Sebuah komitmen untuk konsisten menjaga keutuhan NKRI

Semakin Cemerlang dengan pertemuan PPK Daerah Semarang

Gambar
Pertemuan PPK (Pemberdayaan Perempuan Kartini) Daerah Semarang Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal kali ini berlangsung dengan meriah.

Hampir semua anggota hadir diacara ini sekaligus untuk mempersiapkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di Pusat tepatnya di Padepokan Wulan Tumanggal. Ada 2 (dua) kegiatan yang masuk dalam pembahasan kali ini dimana akan dilaksanakan dalam waktu dekat yaitu Kegiatan Sebelas Maret (KISEMAR) dan Hari Kartini.

Pertemuan PPK kali ini dilaksanakan Minggu Pahing (3/3) di rumah Ketua Daerah Semarang PAC. Ang. Hartowo, Jl. Candi Pawon VI No. 11A Kelurahan Kalipancur, Kec. Ngaliyan, Semarang.

Hadir pula dalam acara ini, Pengurus Daerah Tegal PAC. Ang. Lukas Harsono beserta keluarga.

Dalam sambutannya, Pt. Lukas menyampaikan beberapa pesan kepada semua anggota PPK dan keluarga tentang makna tahun ini, yaitu K5 diantaranya Katresnan, Komitmen, Konsisten, Komunikasi dan Kebersamaan.

"Semoga acara Pertemuan PPK kali ini menjadikan awal…

Sayangi alam melalui Gerakan Tanam Pohon

Gambar
Kalender Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal dimulai setiap tanggal 2 Februari disetiap tahunnya dengan mengambil acuan hari ulang tahun Perguruan Trijaya.

Setiap tahun mempunyai tema berbeda-beda yang berisi nilai-nilai atau pesan luhur dari Pembina Perguruan Trijaya sebagai acuan/pegangan para Putera dalam menjalani kehidupan dalam satu tahun kedepan.

Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Suryaningrat II memberi nama tahun 2019 ini sebagai Tahun K5 yang berisi Katresnan, Komitmen, Konsisten, Komunikasi dan Kebersamaan.

Tahun K5 diawali dengan Peringatan HUT ke 53 Perguruan Trijaya dalam bentuk Caosan serentak dimasing-masing daerah di seluruh wilayah nusantara, tepat di malam Sabtu Pon 2 Februari 2019.

Sedangkan resepsi ulang tahun dilaksanakan di Padepokan Wulan Tumanggal pada 16 - 17 Februari 2019 yang diawali dengan penanaman pohon oleh semua Putera Perguruan dan instansi terkait.

Penanaman pohon ini dilaksanakan diarea Perhutani tepat diatas Padepokan Wulan Tuma…