Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Perguruan Trijaya menjadi peserta Gelar Tradisi Ritual 2019

Gambar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri, S.TP, M.Si (beskap hitam), saat mengunjungi stand pameran Perguruan Trijaya Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan event besar yang bertajuk "Gelar Tradisi Ritual" Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tahun 2019. Kegiatan yang melibatkan beberapa organisasi Penghayat Kepercayaan ini digelar selama 5 hari, yang dibuka pada Senin malam (18/11) sampai dengan Jumat siang (22/11) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang. Kegiatan yang sarat dengan tradisi budaya spiritual ini, meliputi Gelar Tradisi Ritual, Pameran, dan Seminar Penghayat Kepercayaan. Organisasi Penghayat Kepercayaan yang terlibat dalam kegiatan tahun ini meliputi Cahya Buwana, Sedulur Sikep, AK Perjalanan, Sapta Darma (Persada), Kapribaden, Tunggul Sabdo Jati, MLKI, Perguruan Trijaya, Puanhayati, Ngudi Utomo dan Kejawen Maneges. Kegiatan

Pengetan Jumenengan 6 Tahun Romo Guru KRA Suryaningrat II

Gambar
Jumenengan, sebuah prosesi adat dan tradisi yang bernilai sakral  dilaksanakan oleh Perguruan Trijaya di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Wage lalu (10/11). Pengetan (Peringatan) Jumenengan Romo Guru KRA Suryaningrat II sebagai pembina Perguruan Trijaya merupakan sebuah proses yang diawali dengan kondurnya Pembina pertama yaitu Romo Resi (RG KPA Giripati Suryaningrat) 6 tahun yang lalu, yaitu pada Minggu Pon, 10 November 2013, tepat bersamaan dengan hari Pahlawan. Prosesi Jumenengan dilaksanakan di Astanalaya Kasidan Jati, di pesarean Romo Resi. Disini dilaksanakan Kirab ubo rampe dan Nyekar. Sebelum prosesi Nyekar, didahulu dengan tari Bedhaya Wulan Tumanggal yang diperagakan 9 penari perempuan.