Postingan

KEIMANAN harus punya Otot Kawat, Balung Wesi dan Sikil Pacul

Gambar
Seluruh anak muda yang tergabung dalam KEIMANAN harus menjadi generasi muda yang tangguh dan tahan banting serta tidak terlalu sensitif terhadap kegalauan, jadilah anak muda yang mempunyai otot kawat balung wesi dan sikil pacul. Janganlah mudah mengeluh karena karena setiap orang punya masalah. Banyak orang-orang tersenyum dengan penderitaan hidupnya yang lebih berat, mereka tidak mudah untuk mengeluh. Derita dan masalah kalian belumlah seberapa, dibandingkan orang lain diluar sana. Hadapi dan jangan lari dari kenyataan karena ditempat kalian lari akan menemui masalah yang lebih berat. Percayalah sing ngecat lombok, sing nguyahi segara tidak akan memberikan sesuatu yang melebihi kemampuan kita. Kalimat tersebut diatas disampaikan secara menggelora dan penuh semangat oleh Pjs. Bupati Tegal Drs. Sinoeng Nugroho Rachmadi, MM, pada Peringatan dan Perayaan KISEMAR 2018 serta Ulang Tahun ke 11 KEIMANAN (Kelompok Intelektual Muda anak Alam Nusantara) di Padepokan Wulan Tumanggal, Bojon...

Bupati Tegal : Wulan Tumanggal akan saya jadikan sebagai Desa Wisata Spiritual

Gambar
Bupati Tegal, Enthus Susmono saat memberi sambutan pada peringatan ulang tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Wulan Tumanggal yang berada di desa Dukuhtengah kecamatan Bojong, kabupaten Tegal oleh Bupati Tegal Ethus Susmono akan dijadikan sebagai desa wisata spiritual. Pernyataan itu disampaikannya saat memberi sambutan pada acara Peringatan Ulang Tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal, di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Kliwon 4 Februari 2018. "Saya sangat suka, dan saya sangat senang sekali dengan Wulan Tumanggal. Wulan Tumanggal adalah bedor panah Arjuna yang namanya Pasopati. Wulan Tumanggal juga mempunyai arti tanggal 1 (satu) yakni bulan sabit. Biasanya kalo wanita itu dipakai untuk alis. Arti dari garis lengkung bulan sabit Wulan Tumanggal adalah lambang keseksian yang luar biasa. Saya kepengen nanti Wulan Tumanggal ini saya usulkan untuk menjadi desa wisata spiritual", jelas Enthus. Dengan gaya khasnya yang...

Pancasila, Mantra Sakti Nusantara yang harus diucapkan minimal 1 kali setiap hari

Gambar
Ikrar Kesetiaan  kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI mewarnai acara resepsi peringatan ulang tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Kliwon, 4 Februari 2018. Ikrar atau janji yang diucapkan oleh para Pengurus Perguruan Trijaya ini mewakili dari semua Putera dan seluruh keluarga besar Perguruan Trijaya. Prosesi pengucapan ikrar yang berjalan sakral tersebut disaksikan langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Panji Suryaningrat II. Adapun empat (4) point dari ikrar tersebut antara lain : 1. Setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 3. Membentuk Generasi Muda Anak Alam Nusantara berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila, serta 4. Menjadikan  PANCASILA  sebagai  "MANTRA SAKTI NUSANTARA"  yang wajib diucapkan minimal 1 kali dalam kehidupan kami sehar...

Macapat tak sekedar sebagai Pitutur Luhur, wujudkan dalam Perilaku Luhur

Gambar
Setiap tembang macapat mempunyai makna dan tuntunan hidup yang sangat bermanfaat, untuk itu kita harus mampu mewujudkan pitutur luhur tersebut menjadi perilaku luhur. Hal tersebut disampaikan oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Suryaningrat II dalam acara kidungan macapat, dalam rangka Pengetan Romo Guru KPA. EK Giripati Suryaningrat (RGKPA), Kondur Ing Ngarsa Gusti Ingkang Maha Agung, Jumat malam (10/11) di Astanalaya Kasidan Jati, Padepokan Wulan Tumanggal. Kidungan tersebut selain diikuti para Putera Perguruan Trijaya, juga dihadiri runnerup Sinden Idol 2016 dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Maya Yuanita. Hadir pula sebagai tamu undangan Kasubbag Pendidikan, Kebudayaan dan Perpustakaan, Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Eny Haryanti, S.Pd M.Pd, yang juga ikut mengisi acara dengan menampilkan sebuah tari persembahan yang diiringi sekar macapat dandanggula oleh Ita, panggilan baru dari Romo Guru untuk sinden yang berasal dari kota Kudus tersebut. Kidu...

HARI PEMUDA 2017 : SELAIN MEMBANGUN JIWA, PEMUDA JUGA HARUS MEMBANGUN RAGA SEBAGAI MODAL MEMBANGUN BANGSA

Gambar
Padepokan Wulan Tumanggal yang terletak di kaki gunung Slamet, Sabtu kemarin (28/10) sontak ramai oleh sorak sorai beberapa pertandingan olah raga. Di dalam gedung serba guna bernama Samora (Sasana Among Raga) diramaikan oleh lomba bulutangkis. Sedangkan di Sinangling (nama kolam renang di Padepokan Wulan Tumanggal) tak kalah serunya karena ada lomba renang yang diikuti oleh peserta dengan segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, bahkan juga diikuti oleh orang tua "Tujuan kami mengadakan Lomba olah raga yang tepat di hari Pemuda ini adalah untuk membangkitkan kembali semangat berolah raga. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, Pemuda masa kini banyak menghabiskan waktu dengan smartphone -nya. Waktu istirahat di sekolah tak lagi digunakan untuk bermain dilapangan dan lebih banyak didepan gedjet", jelas ketua panitia, Wisnu Widya Permana. Dia juga menjelaskan bahwa pemuda dan olah raga adalah satu paket. Sebagai pelaku budaya spiritual, selain...

72 POHON MAHONI MENJADI PENGHUNI BARU DI PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL

Gambar
Sebanyak 72 pohon mahoni, menjadi penghuni baru di Sasana Padepokan Wulan Tumanggal. Bibit tersebut ditanam pada kegiatan rutin Minggu Wagean, yang biasa disebut sebagai Manharabah Rifaat , Minggu Wage (1/10). ke 72 bibit pohon mahoni tersebut berasal 2 daerah, yaitu daerah Semarang sebanyak 20 bibit, dan 52 bibit dari daerah Brebes. Jumlah 72 ini bukan dari sebuah kesengajaan, terutama bibit yang berasal dari daerah Brebes. Sebenarnya kami tidak sengaja membawa sejumlah itu, saya tahunya membawa satu bongkok bibit pohon mahoni, jelas Pt. Samadiwangsa dari Tasikmalaya, Putera Daerah Brebes yang ikut dalam kegiatan Manhabah Rifaat kali ini. Angka 72 ini sesuai dengan tahun ini tepat 72 tahun kemerdekaan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Minggu wagean ini menjadi yang pertama kali di tahun 1951 Jawa, setalah beberapa hari kemarin melaksanakan Hari Raya Suro. Sebanyak 15 Putera Daerah Semarang ikut sebagai petugas kegiatan ini, dibantu beberapa Putera dari Daerah...

4 PENDEKAR CIUNG WANARA BERAKSI DI PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL

Gambar
4 (empat) pendekar dari Bandung, dengan gaya khas mereka, berhasil menampilkan aksi tebaiknya di Padepokan Wulan Tumanggal, Sabtu Pon malam Minggu Wage (1/10). Selain tangkas dalam bela diri tangan kosong, mereka juga mampu menampilkan kepiawaiannya dengan menggunakan senjata, baik senjata tajam (belati) maupun tongkat. Risya (17), Lutfi (17), dan Shifa (16) duduk bersama di SMAN 24 Bandung, sedangkan Miftah (14) bersekolah di SMPN 17 Bandung. Mereka belajar silat di Perguruan Pencak Silat Ciung Wanara Domas, kota Bandung pimpinan Kustiwa Gunawan, yang juga ayah dari Risya . Aksi keempat pendekar remaja dari kota kembang itu merupakan persembahan khusus di acara Sukuran Ambal Warsa Perkawinan Romo Guru KRA Suryanigrat II dengan Nini Kartika yang ke 23. Acara yang digelar di Pamiwahan Putera, Padepokan Wulan Tumanggal tersebut juga diikuti 3 pasangan Putera (Pt) sebagai peserta sukuran ulang tahun perkawinan, Diantaranya Pt. Adi Setyanto (Pakde Adi) dengan Pt. Endah Kusumaningsi...