Postingan

Percantik Wulan Tumanggal dengan MANHARABAH RIFAAT

Gambar
MANHARABAH RIFAAT, istilah didalam Perguruan Trijaya yang merupakan singkatan dari Mengamankan, Memelihara, Menambah, Melestarikan, dan Memanfaatkan. Rangkaian kata yang indah untuk kegiatan bersih Padepokan Wulan Tumanggal agar semakin cantik , yang dilaksanakan selapan sekali setiap hari Minggu Wage. MANHARABAH RIFAAT Minggu Wage yang lalu (23/2) yang bertugas adalah Putera Daerah Semarang dengan jumlah peserta yang hadir 30 orang termasuk Putera dan keluarga ditambah beberapa Putera Padepokan, Putera Daerah Tegal, Purwodadi dan Jakarta. Penanggung Jawab Kegiatan kali ini Putera Widya Angling Rubiyo dan Putera Kakandar Agus. Pada malam Minggu Wage yang biasanya berupa Ambengan kali ini menjadi istemewa dangan adanya Tumpeng sebagai wujud rasa sukur Mbak Siti Sueti, istri dari Putera Kriyo Joyo Dipuro yang berulang tahun ke 36. Disamping membersihkan Curug Wulan Tumanggal, Sanggar Pamujan, Astana Laya Kasidan Jati dan semua bagian Padepokan Wulan Tumaggal, kegiatan M...

Pererat persaudaraan, Perguruan Trijaya kunjungi Ponpes Roudhotus Sholihin Demak

Gambar
Kamis Legi 20 Februari 2020, Perguruan Trijaya mengunjungi Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin yang berlokasi di Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Rombongan yang berjumlah 13 orang tersebut terdiri atas Pengurus dan Putera Daerah Semarang serta didampingi Pengurus Pusat Perguruan Trijaya. Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi dimana akhir bulan lalu, tepatnya pada hari Kamis malam (30/1) rombongan Ponpes yang terdiri dari anak-anak dan para Guru SMP IT Roudhotus Sholihin melaksanakan kunjungan di Padepokan Wulan Tumanggal dalam rangka tour Studi Lintas Agama yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya. "Kami berkunjung disini untuk mempererat tali persaudaraan, dimana sebagai Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, baru pertama kali padepokan kami dikunjungi satu rombongan bis besar dari Pondok Pesantren dan sekaligus mengikuti ritual rutin Supit malam Jumat Legi" tutur Trubus E.S selaku juru bicara sekaligus Pengurus Pusat Perguruan Trijaya...

02022020 Genap 54 Tahun Perguruan Trijaya

Gambar
Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru saat menyerahkan kenang-kenangan kepada Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Dra. Christriyati Ariani, M.Hum. Minggu Pon, (2/2/2020), Dengan mengambil tema Memelihara Budaya Memajukan Bangsa , Perguruan Trijaya menggelar acara resepsi Peringatan Ulang Tahun ke 54 Perguruan Trijaya. Acara ini dilaksanakan di SAMORA (Sasana Among Raga) Padepokan Wulan Tumanggal, Kabupaten Tegal. Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA. Suryaningrat II dalam sambutannya menyampaikan sejak berdirinya Perguruan Trijaya pada tanggal 2 Februari 1966, Perguruan Trijaya selalu memberikan nama atau tema disetiap tahunnnya. "Bersamaan hari ini Minggu Pon, tepat 02022020, tepat Perguruan Trijaya berulang tahun ke 54, tahun ini kami namakan sebagai tahun PATRAP, yang berarti semua tindakan dan kelakuan kita harus sesuai patrap, empan papan atau sesuai dengan apa yang menjadi kepantasan/semestinya" jelas Romo Guru. Hadir ...

Kidungan Dalang Pring Tegal, menghiasi kesakralan Pengetan Romo Resi.

Gambar
Ki Sri Widodo, Dalang Wayang Pring dari Kabupaten Tegal, menampilkan kepiawaiannya dalam kidungan macapat  pada acara Pengetan Romo Resi KPA Suryaningrat (Pendiri Perguruan Trijaya), Sabtu malam Minggu Wage (14/12). Acara ini digelar di Padepokan Wulan Tumanggal, tepatnya di Astanalaya (area pemakaman) Kasidanjati, dimana Romo Resi dikebumikan. Peringatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan Perguruan Trijaya setiap tanggal 15 Desember, diambil dari tanggal kelahiran Romo Resi. Kegiatan ini sudah dilaksanakan selama 6 tahun, sejak beliau berpulang kehadirat Gusti Ingkang Maha Agung pada Minggu Pon, 10 Nopember 2013. Selain kekidungan Macapat, acara ini juga diisi dengan Nyekar (tabur bunga), pemutaran video perjalanan Romo Resi, yang berisi kegiatan beliau selama menjadi Pembina Perguruan Trijaya yang telah didokumentasikan secara baik. Selain itu, acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng, menyanyikan lagu-lagu kesukaan beliau, Panembromo , dan mak...

Perguruan Trijaya menjadi peserta Gelar Tradisi Ritual 2019

Gambar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri, S.TP, M.Si (beskap hitam), saat mengunjungi stand pameran Perguruan Trijaya Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan event besar yang bertajuk "Gelar Tradisi Ritual" Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tahun 2019. Kegiatan yang melibatkan beberapa organisasi Penghayat Kepercayaan ini digelar selama 5 hari, yang dibuka pada Senin malam (18/11) sampai dengan Jumat siang (22/11) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang. Kegiatan yang sarat dengan tradisi budaya spiritual ini, meliputi Gelar Tradisi Ritual, Pameran, dan Seminar Penghayat Kepercayaan. Organisasi Penghayat Kepercayaan yang terlibat dalam kegiatan tahun ini meliputi Cahya Buwana, Sedulur Sikep, AK Perjalanan, Sapta Darma (Persada), Kapribaden, Tunggul Sabdo Jati, MLKI, Perguruan Trijaya, Puanhayati, Ngudi Utomo dan Kejawen Maneges. Kegiatan ...

Pengetan Jumenengan 6 Tahun Romo Guru KRA Suryaningrat II

Gambar
Jumenengan, sebuah prosesi adat dan tradisi yang bernilai sakral  dilaksanakan oleh Perguruan Trijaya di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Wage lalu (10/11). Pengetan (Peringatan) Jumenengan Romo Guru KRA Suryaningrat II sebagai pembina Perguruan Trijaya merupakan sebuah proses yang diawali dengan kondurnya Pembina pertama yaitu Romo Resi (RG KPA Giripati Suryaningrat) 6 tahun yang lalu, yaitu pada Minggu Pon, 10 November 2013, tepat bersamaan dengan hari Pahlawan. Prosesi Jumenengan dilaksanakan di Astanalaya Kasidan Jati, di pesarean Romo Resi. Disini dilaksanakan Kirab ubo rampe dan Nyekar. Sebelum prosesi Nyekar, didahulu dengan tari Bedhaya Wulan Tumanggal yang diperagakan 9 penari perempuan.

Bedhaya Wulan Tumanggal tampil kedua di Kawin Perak Romo Guru dan Nini Kartika