Postingan

Sikapi Pandemi Virus Corona, Pembina Perguruan Trijaya instruksikan Laku Spiritual Tolak Balak

Gambar
Menyikapi pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda di negara kita, dan hampir terjadi diseluruh muka bumi ini, Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA Suryaningrat II mengistruksikan kepada Putera Trijaya untuk melaksanakan laku spiritual  "Tolak Balak". Instruksi/Dawuh Romo Guru tersebut disampaikan pada Minggu Pahing (22/3) di tempat kediaman beliau, Padepokan Nusa Indah, Bekasi. Sedangkan bentuk laku tolak balak yang beliau maksud berupa Laku Neptu 40 ditambah Neptu 13/39.  Laku ini dilaksanakan selama 3 hari di neptu 40 dan 13/39 yang diisi dengan sujudan yang dilaksanakan dari pukul 21.00 hingga pukul 01.00 di setiap malam selama neptu tersebut. Pelaksanaan sujudan sekitar 10 -15 menit setiap jamnya. Interval waktu ke jam sujudan berikutnya diisi dengan sarasehan atau kegiatan positif lainnya. Pelaksana Laku tersebut adalah para Putera yang punya weton (hari lahir) didalam rangkaian neptu 40 maupun 13/39, Pengurus Pusat, PPM, Pengurus Daerah dan Senior Per...

KISEMAR ditengah Pandemi Coronavirus

Gambar
KISEMAR (Kegiatan Sebelas Maret) yang menjadi salah satu agenda rutin tahunan di Perguruan Trijaya, kali ini digelar sangat sederhana di Pamiwahan Putera, Padepokan Wulan Tumanggal, Sabtu malam Minggu Kliwon, 14 - 15 Maret 2020. Acara ini juga sebagai peringatan ulang tahun ke 13 KEIMANAN (Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara), dimana bersamaan dengan awal bangsa ini terjangkit pandemi COVID-19 (Corona Virus Deseas) yang sebelumnya melanda China, Korea, Italia dan beberapa negara lainnya. Kegiatan ini diawalli oleh Rapat Kerja KEIMANAN pada Sabtu pagi (14/3) hingga sore hari, dilanjutkan dengan sukuran berupa potong tumpeng dimalam harinya. Dalam sambutan Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Suryaningrat II menyampaikan pesan untuk selalu hati-hati dengan situasi saat ini dimana semakin meningkatnya korban COVID-19 ini. "Jaga kebersihan, selalu cuci tangan dengan sabun, bertingkah laku sesuai patrap , dan perbanyak sujudan" tegas Romo Guru. Acara ini ...

Percantik Wulan Tumanggal dengan MANHARABAH RIFAAT

Gambar
MANHARABAH RIFAAT, istilah didalam Perguruan Trijaya yang merupakan singkatan dari Mengamankan, Memelihara, Menambah, Melestarikan, dan Memanfaatkan. Rangkaian kata yang indah untuk kegiatan bersih Padepokan Wulan Tumanggal agar semakin cantik , yang dilaksanakan selapan sekali setiap hari Minggu Wage. MANHARABAH RIFAAT Minggu Wage yang lalu (23/2) yang bertugas adalah Putera Daerah Semarang dengan jumlah peserta yang hadir 30 orang termasuk Putera dan keluarga ditambah beberapa Putera Padepokan, Putera Daerah Tegal, Purwodadi dan Jakarta. Penanggung Jawab Kegiatan kali ini Putera Widya Angling Rubiyo dan Putera Kakandar Agus. Pada malam Minggu Wage yang biasanya berupa Ambengan kali ini menjadi istemewa dangan adanya Tumpeng sebagai wujud rasa sukur Mbak Siti Sueti, istri dari Putera Kriyo Joyo Dipuro yang berulang tahun ke 36. Disamping membersihkan Curug Wulan Tumanggal, Sanggar Pamujan, Astana Laya Kasidan Jati dan semua bagian Padepokan Wulan Tumaggal, kegiatan M...

Pererat persaudaraan, Perguruan Trijaya kunjungi Ponpes Roudhotus Sholihin Demak

Gambar
Kamis Legi 20 Februari 2020, Perguruan Trijaya mengunjungi Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin yang berlokasi di Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Rombongan yang berjumlah 13 orang tersebut terdiri atas Pengurus dan Putera Daerah Semarang serta didampingi Pengurus Pusat Perguruan Trijaya. Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi dimana akhir bulan lalu, tepatnya pada hari Kamis malam (30/1) rombongan Ponpes yang terdiri dari anak-anak dan para Guru SMP IT Roudhotus Sholihin melaksanakan kunjungan di Padepokan Wulan Tumanggal dalam rangka tour Studi Lintas Agama yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya. "Kami berkunjung disini untuk mempererat tali persaudaraan, dimana sebagai Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, baru pertama kali padepokan kami dikunjungi satu rombongan bis besar dari Pondok Pesantren dan sekaligus mengikuti ritual rutin Supit malam Jumat Legi" tutur Trubus E.S selaku juru bicara sekaligus Pengurus Pusat Perguruan Trijaya...

02022020 Genap 54 Tahun Perguruan Trijaya

Gambar
Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru saat menyerahkan kenang-kenangan kepada Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Dra. Christriyati Ariani, M.Hum. Minggu Pon, (2/2/2020), Dengan mengambil tema Memelihara Budaya Memajukan Bangsa , Perguruan Trijaya menggelar acara resepsi Peringatan Ulang Tahun ke 54 Perguruan Trijaya. Acara ini dilaksanakan di SAMORA (Sasana Among Raga) Padepokan Wulan Tumanggal, Kabupaten Tegal. Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA. Suryaningrat II dalam sambutannya menyampaikan sejak berdirinya Perguruan Trijaya pada tanggal 2 Februari 1966, Perguruan Trijaya selalu memberikan nama atau tema disetiap tahunnnya. "Bersamaan hari ini Minggu Pon, tepat 02022020, tepat Perguruan Trijaya berulang tahun ke 54, tahun ini kami namakan sebagai tahun PATRAP, yang berarti semua tindakan dan kelakuan kita harus sesuai patrap, empan papan atau sesuai dengan apa yang menjadi kepantasan/semestinya" jelas Romo Guru. Hadir ...

Kidungan Dalang Pring Tegal, menghiasi kesakralan Pengetan Romo Resi.

Gambar
Ki Sri Widodo, Dalang Wayang Pring dari Kabupaten Tegal, menampilkan kepiawaiannya dalam kidungan macapat  pada acara Pengetan Romo Resi KPA Suryaningrat (Pendiri Perguruan Trijaya), Sabtu malam Minggu Wage (14/12). Acara ini digelar di Padepokan Wulan Tumanggal, tepatnya di Astanalaya (area pemakaman) Kasidanjati, dimana Romo Resi dikebumikan. Peringatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan Perguruan Trijaya setiap tanggal 15 Desember, diambil dari tanggal kelahiran Romo Resi. Kegiatan ini sudah dilaksanakan selama 6 tahun, sejak beliau berpulang kehadirat Gusti Ingkang Maha Agung pada Minggu Pon, 10 Nopember 2013. Selain kekidungan Macapat, acara ini juga diisi dengan Nyekar (tabur bunga), pemutaran video perjalanan Romo Resi, yang berisi kegiatan beliau selama menjadi Pembina Perguruan Trijaya yang telah didokumentasikan secara baik. Selain itu, acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng, menyanyikan lagu-lagu kesukaan beliau, Panembromo , dan mak...

Perguruan Trijaya menjadi peserta Gelar Tradisi Ritual 2019

Gambar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri, S.TP, M.Si (beskap hitam), saat mengunjungi stand pameran Perguruan Trijaya Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan event besar yang bertajuk "Gelar Tradisi Ritual" Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tahun 2019. Kegiatan yang melibatkan beberapa organisasi Penghayat Kepercayaan ini digelar selama 5 hari, yang dibuka pada Senin malam (18/11) sampai dengan Jumat siang (22/11) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang. Kegiatan yang sarat dengan tradisi budaya spiritual ini, meliputi Gelar Tradisi Ritual, Pameran, dan Seminar Penghayat Kepercayaan. Organisasi Penghayat Kepercayaan yang terlibat dalam kegiatan tahun ini meliputi Cahya Buwana, Sedulur Sikep, AK Perjalanan, Sapta Darma (Persada), Kapribaden, Tunggul Sabdo Jati, MLKI, Perguruan Trijaya, Puanhayati, Ngudi Utomo dan Kejawen Maneges. Kegiatan ...