Kamis, 26 Januari 2012

Perayaan Hari Raya Imlek 2563 / 2012 di Padepokan Wulan Tumanggal

Untuk kesekian kalinya Perguruan Trijaya Pusat Tegal melaksanakan perayaan Hari Raya Imlek. Perayaan yang dilaksanakan pada hari Minggu Kliwon 22 Januari 2012 di Padepokan Wulan Tumanggal ini selain dihadiri oleh para Putera Trijaya beserta keluarga dari berbagai daerah di seluruh nusantara juga dihadiri beberapa tamu undangan dari kota Slawil, Tegal, Pemalang dan sekitarnya.

Pada acara ini dihadiri pula Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Tegal Ibu Kis Dewi Andrayani yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Perguruan Trijaya atas diselenggarakannya perayaan Imlek di Padepokan Wulan Tumanggal ini dimana tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Beliau bahwa perayaan imlek ini diadakan di Padepokan yang berada di lereng Gunung Slamet ini. Ditambahkan pula bahwa Imlek ini merupakan Imlek Indonesia, dengan harapan dari Wulan Tumanggal ini kita bisa merajut kebersamaan tanpa membeda-bedakan etnis dan agama untuk meraih kesuksesan,kebahagiaan,kesejahteraan dan ketentraman demi Indonesia tercinta.

Dalam sambutan Ketua Umum Perguruan Trijaya Romo Anom Jatmiko Aditya Panji Laksono, menyampaikan bahwa adanya kedekatan Leluhur Tionghoa dengan masyarakat Jawa khususnya didalam kehidupan berspiritual, merupakan salah satu motivasi untuk melaksanakan  perayaan tahun baru Imlek ini di Padepokan Wulan Tumanggal.
 
Sebagai catatan di Indonesia selama tahun 1968-1999, perayaan hari raya Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek. Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003.

"Gong Xi Fa Chai" Selamat Hari Raya Imlek 2563 Semoga di Tahun Naga Air ini membawa berkah rejeki, kesehatan menuju bahagia sejahtera bagi kita semua. Mugi Gusti Nyembadani.

5 komentar:

  1. Gong Xi Fa Chai ...meskipun berbeda suku,ras,keyakinan semoga tetap bersatu padu membangun bangsa. Terus maju Trijaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Bp. Agustinus. Gong Xi Fa Chai. salam sukses selalu

      Hapus
  2. Saya pernah dengar tentang Trijaya.. tapi setahu saya Trijaya adalah perguruan pencak silat dengan menggunakan keilmuan jawa, kok memperingati imlek yang dari china .. maaf saya penasaran saja, tapi saya senang mendengar berita ini. semoga selalu dirayakan di tahun2 kedepan dan klo diperbolehkan saya ikut bergabung sekaligus berlibur ke Guci? GONG XI FAT CHAI .. dari Tommy Liu-Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perguruan TRIJAYA bersifat nasional dengan menjunjung tinggi Pancasila dgn semboyan Bhineka Tunggal Ika,terbukti dgn adanya banyak Putera (murid) ada yg beretnis selain jawa,salah satu nya Tionghoa. Sehingga banyak yg menyebutnya sebagai INDONESIA MINI. Silakan jika Pak Tommy mau berkunjung di Padepokan Wulan Tumanggal,kami terbuka utk semua kalangan. Gong Xi Fa Chai

      Hapus
  3. Imlek di lereng gunung selamet .. pasti udara seger,Saya pernah ke guci .. dari guci ke arah mana ya? imlek depan boleh datang? daftar kemana sama siapa? Andy Hoo-Palembang

    BalasHapus