Minggu, 22 November 2015

BATIN MENANGIS SAAT MELIHAT LAYONNYA DIRUKTI TIDAK SESUAI KEYAKINAN

Sangat disayangkan jika seseorang yang sudah memilih menjadi Putera Penghayat Murni (PPM) dan sudah dikukuhkan oleh RGKPA, yang dalam semasa hidupnya telah menjalani kehidupan supiritualnya sebagai Penghayat Murni tetapi pada saat berpulang menghadap sang pencipta tidak dirukti secara PPM. Sungguh  bersedihnya beliau yang sudah kondur melihat layonnya tidak dirukti sesuai keyakinan yang dijalani selama hidup sampai akhir hidupnya. Demikian disampaikan RG. KRA Suryaningrat II, Pembina Perguruan Trijaya dalam acara Caosan Peringatan 40 hari PW. Ang. Sugiyono.

Dalam tata cara Pengrukti Layon yaitu tata cara pemakaman jenasah, bagi seorang penghayat murni sebagai penganut kepercayaan murni ajaran leluhur mempunyai tata cara sendiri. Tata cara pemakaman  berbeda dengan pemeluk agama lain, diantaranya yang utama adalah dalam pemakaian busana untuk layon yaitu berbusana adat jawa. Untuk laki-laki berbusana beskap lengkap dan perempuan mengenakan kebaya.  

Peringatan 40 hari Pt. Sugiyono ini dilaksanakan pada malam Minggu Kliwon 22 November 2015 bertepatan dengan wiyosan RGKPA. dihadiri sekitar 70 Putera dan simpatisan Perguruan Trijaya, serta seluruh keluarga besar Pt. Sugiyono dimana bertempat tinggal di kota Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar