Selasa, 12 September 2017

DUA TARIAN KHAS KABUPATEN TEGAL RAMAIKAN SUKURAN 33 TAHUN PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL

Tari Lenggang Pari
Dua tari kreasi khas kabupaten Tegal menambah semarak, malam sukuran peringatan 33 tahun Padepokan Wulan Tumanggal, Jumat Legi malam Sabtu Pahing (9/9). Diantaranya yaitu tari Lengggang Pari yang diperagakan 4 (empat) penari yang terdiri 2(dua) laki-laki dan 2(dua) perempuan dari Sanggar Perwitasari Tegal.

Tari Rancak Balo
Berikutnya ada tari Rancak Balo yang diperagakan 2(dua) gadis cantik dari sanggar Lenggok Ayu, Bojong, Kabupaten Tegal. Kedua tarian khas kabupaten Tegal tersebut dikemas secara atraktif dan sangat menghibur semua Putera yang hadir memenuhi Pamiwahan Putera, Padepokan Wulan Tumanggal.

Sebelumnya, ditampilkan pula tari yang sudah menjadi tari tradisi, dimana selalu ditampilkan disetiap kegiatan yang diadakan oleh Perguruan Trijaya, yaitu Tari Gatotkaca. Tari ini diperagakan langsung oleh pengasuh sanggar Perwitasari, Priambodo, S.Sn.

Romo Guru memberikan potongan tumpeng kepada Nini Kartika
disaksikan PW.Ang. Endang Purwaningsih dan semua peserta sukuran
Ketiga tari tersebut diatas, mengawali acara sukuran berupa pemotongan tumpeng. Di usia yang ke 33 tahun, diharapakan Pedepokan Wulan Tumanggal semakin bermanfaat tidak hanya untuk keluarga besar Perguruan Trijaya, namun juga untuk masyarakat luas.

Hal ini terbukti salah satunya bersamaan acara ini, Padepokan Wulan Tumanggal ditunjuk menjadi lokasi LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah) SMK Negeri 1 Tegal selama 2 hari, jelas Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Suryanigrat II.

Beliau juga berharap agar semua Putera bisa menumbuhkan kembali semangat untuk melaksanakan Manharabah rifaat, yaitu mengamankan, memelihara, menambah, melestarikan dan memanfaatkan Padepokan Wulan Tumanggal.

Selain sukuran Padepokan Wulan Tumanggal, malam itu juga merupakan sukuran ambal warsa (ulang tahun) Nini Kartika yang ke 49 dan diikuti 17 Putera yang ikut sukuran, baik sukuran ulang tahun kelahiran, ulang tahun pernikahan, wetonan, maupun sukuran hajatan.

 
Beberapa Putera yang ikut sebagai peserta sukuran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar