Senin, 02 Oktober 2017

72 POHON MAHONI MENJADI PENGHUNI BARU DI PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL


Sebanyak 72 pohon mahoni, menjadi penghuni baru di Sasana Padepokan Wulan Tumanggal. Bibit tersebut ditanam pada kegiatan rutin Minggu Wagean, yang biasa disebut sebagai Manharabah Rifaat, Minggu Wage (1/10).

ke 72 bibit pohon mahoni tersebut berasal 2 daerah, yaitu daerah Semarang sebanyak 20 bibit, dan 52 bibit dari daerah Brebes. Jumlah 72 ini bukan dari sebuah kesengajaan, terutama bibit yang berasal dari daerah Brebes.

Sebenarnya kami tidak sengaja membawa sejumlah itu, saya tahunya membawa satu bongkok bibit pohon mahoni, jelas Pt. Samadiwangsa dari Tasikmalaya, Putera Daerah Brebes yang ikut dalam kegiatan Manhabah Rifaat kali ini. Angka 72 ini sesuai dengan tahun ini tepat 72 tahun kemerdekaan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Minggu wagean ini menjadi yang pertama kali di tahun 1951 Jawa, setalah beberapa hari kemarin melaksanakan Hari Raya Suro. Sebanyak 15 Putera Daerah Semarang ikut sebagai petugas kegiatan ini, dibantu beberapa Putera dari Daerah Brebes, Tegal, Jakarta, Purwodadi, Pemalang dan Padepokan .

Mengamankan, menjadi yang paling utama sebelum kita memelihara, menambahkan, dan lain-lainnya, apalagi melestarikan dan memanfaatkan. Karena itu kata mengamankan ada dipaling depan dalam istilah Manhabah Rifaat, jelas Romo Guru.

Manharabah Rifaat mempunyai arti mengamankan, memelihara, menambah, melestarikan dan memanfaatkan Padepokan Wulan Tumanggal. Sebuah kegiatan rutin setiap Minggu Wage, dimana hari itu merupakan hari jadi Padepokan Wulan Tumanggal yang berdiri pada 9 September 1984.

Dulunya kegiatan ini sering disebut dengan nama Bersih Wulan Tumanggal, tetapi agar tidak hanya di maknai dengan bersih-bersih, maka sudah seharusnya kita bisa memenuhi semua kriteria yang ada dalam Manharabah Rifaat tersebut, tambah Romo Guru.

Selain menanam pohon mahoni, daerah Semarang juga membawa 5 burung kutilang dan 5 burung trucuk, untuk menambah koleksi hewan piaraan yang ada di Padepokan Wulan Tumanggal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar