Minggu, 12 November 2017

Macapat tak sekedar sebagai Pitutur Luhur, wujudkan dalam Perilaku Luhur

Setiap tembang macapat mempunyai makna dan tuntunan hidup yang sangat bermanfaat, untuk itu kita harus mampu mewujudkan pitutur luhur tersebut menjadi perilaku luhur.

Hal tersebut disampaikan oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Suryaningrat II dalam acara kidungan macapat, dalam rangka Pengetan Romo Guru KPA. EK Giripati Suryaningrat (RGKPA), Kondur Ing Ngarsa Gusti Ingkang Maha Agung, Jumat malam (10/11) di Astanalaya Kasidan Jati, Padepokan Wulan Tumanggal.

Kidungan tersebut selain diikuti para Putera Perguruan Trijaya, juga dihadiri runnerup Sinden Idol 2016 dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Maya Yuanita. Hadir pula sebagai tamu undangan Kasubbag Pendidikan, Kebudayaan dan Perpustakaan, Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Eny Haryanti, S.Pd M.Pd, yang juga ikut mengisi acara dengan menampilkan sebuah tari persembahan yang diiringi sekar macapat dandanggula oleh Ita, panggilan baru dari Romo Guru untuk sinden yang berasal dari kota Kudus tersebut.

Kidungan merupakan acara tambahan setelah ritual khusus persembahan untuk Romo Guru KPA EK Giripati Suryaningrat. Acara ini dihadiri 33 Putera Abdi Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat, 46 Putera Penghayat Murni (PPM), dan puluhan Putera berikut keluarga serta para simpatisan.  Kidungan sendiri berlangsung mulai pukul 1 hingga pukul 4 pagi sebagai wungonan di area pesarean RGKPA.

Tembang macapat sendiri merupakan salah satu kelompok tembang jawa yang sampai saat ini masih diuri-uri (dilestarikan) oleh sebagian masyarakat. Ada sebelas tembang dalam macapat, dari Maskumambang hingga Pocung masing-masing memiliki karakter, watak dan ciri yang berbeda, dan juga memiliki aturan-aturan penulisan khusus dalam membuatnya.

5 Pitutur untuk menjadi manusia sakti dan berguna

Dalam pembinaan lebih lanjut, Romo Guru juga menjelaskan bahwa untuk menjadi manusia yang berguna dan sakti tidak perlu belajar ilmu yang rumit dan susah untuk dimengerti. Dengan melaksanakan 5 (lima) pitutur yang ada dalam lirik tembang macapat Mijil akan membuat kita menjadi manusia yang berguna sekaligus sakti yang sebenar-benarnya.

Berikut ini sebuah bait tembang Mijil yang berisi 5 pitutur luhur tersebut.

Dedalane guna lawan sekti
Kudu andhap asor
Wani ngalah luhur wekasane
Tumungkula yen dipun dukani
Bapang den simpangi
Ana catur mungkur

Kelima pitutur tersebut tampak sangat sederhana, namun untuk dilaksanakan tidak semudah dan sesederhana membacanya. Mewujudkan pitutur luhur menjadi sebuah perilaku luhur itulah tujuan para leluhur menciptakan tembang macapat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar