Senin, 05 Februari 2018

Pancasila, Mantra Sakti Nusantara yang harus diucapkan minimal 1 kali setiap hari

Ikrar Kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI mewarnai acara resepsi peringatan ulang tahun ke 52 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal di Padepokan Wulan Tumanggal, Minggu Kliwon, 4 Februari 2018.

Ikrar atau janji yang diucapkan oleh para Pengurus Perguruan Trijaya ini mewakili dari semua Putera dan seluruh keluarga besar Perguruan Trijaya. Prosesi pengucapan ikrar yang berjalan sakral tersebut disaksikan langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KRA Panji Suryaningrat II.

Adapun empat (4) point dari ikrar tersebut antara lain :
1. Setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Membentuk Generasi Muda Anak Alam Nusantara berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila, serta
4. Menjadikan PANCASILA sebagai "MANTRA SAKTI NUSANTARA" yang wajib diucapkan minimal 1 kali dalam kehidupan kami sehari-hari.

Janji tersebut tertuang dalam sebuah lembar Piagam Kesetiaan dengan dibubui 23 tanda tangan Pengurus dan Pembina Perguruan Trijaya, dan nantinya setiap pengurus akan mendapatkan salinannya.

Dalam pembinaannya, Romo Guru KRA Panji Suryaningrat II menyampaikan bahwa Indonesia akan lebih baik jika setiap warganya paham betul mengenai Pancasila. Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal sangat menjunjung tinggi nilai nilai luhur Pancasila, oleh karena itu para Putera beserta keluarga wajib mengucapkan Pancasila setiap hari minimal 1 kali, karena Pancasila merupakan kalimat yang sakti. Dengan pengucapan setiap hari para Putera sekalian diharapkan dapat mengamalkan setiap sila dari Pancasila tersebut.

Lebih lanjut Romo Guru menambahkan, apapun yang terjadi di negeri ini, NKRI akan kita bela selamanya. Jangan ragu, kita akan tetap berjiwa nusantara, meskipun banyak gejolak terjadi di negeri ini. Jangan bilang Indonesia itu apa sih, berawal dari sikap pesimis tersebut akan menghambat negeri ini untuk maju, justru kita harus memiliki jiwa nusantara. Jangan hanya memberi kritik namun sama sekali tidak memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah, itulah sifat yang harus dihindari oleh para Putera.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Tegal Enthus Sumono beserta istri, Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Retno Suprobowati, Fokopimcam Bojong, serta beberapa tokoh masyarakat baik dari Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Tampak pula artis senior Indonesia, Trie Utami yang pada kesempatan tersebut ikut menyanyikan 2 buah lagu, yaitu lagu kebangsaan Indonesia Pusaka dan Bagimu Negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar