Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

BERPULANGNYA SANG PAHLAWAN NUSANTARA KEPADA SANG PENCIPTA

Gambar
Pukul 11.00 WIB Minggu Pon 10 Nopember 2013 tepat di hari Pahlawan, pembina Perguruan TRIJAYA Pusat Tegal RG. KPA. EK Giripati Suryaningrat telah menghadap Gusti Kang Maha Agung. Sedih, duka dan haru menyeruah di seluruh pelosok nusantara yang telah kehilangan putera bangsa terbaik ini sebagai pahlawan nusantara yang selalu memperjuangkan budaya nusantara sebagai jati diri bangsa Indonesia. Ribuan pelayat terdiri dari Keluarga, Putera Trijaya, Simpatisan, Pejabat pemerintah, dan masyarakat mengiringi kepergian Beliau menuju peristirahatan terakhir di Astanalaya Kasidanjati Padepokan Wulan Tumanggal. Isak tangis dan kesedihan menggelayut bersamaan dengan mendung yang menutup langit lereng gunung Slamet itu. Kepergian Beliau memang sangat mengejutkan banyak pihak karena tepat 6 (enam) hari sebelumnya beliau bersama-sama keluarga besar Perguruan Trijaya dan masyarakat sekitar telah melaksanakan rangkaian ritual tahunan, Peringatan dan Perayaan Hari Raya Sura 1947 J / 2013 M di Pa

GREBEG HARI RAYA SURA 1947 J / 2013 M

Gambar
Sura berasal dari bahasa Jawa yang berati “berani”. Yang dimaksud berani dalam kata Sura itu sendiri adalah kita berani untuk mawas diri. Kegiatan 1 Sura sendiri telah dilaksanakan sejak lama oleh para Leluhur Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa untuk memperingati tahun baru Jawa (Kalender Jawa). 1 (satu) Sura sendiri merupakan salah satu hasil kebudayaan masyarakat Jawa yang juga merupakan salah satu ajaran Leluhur Bangsa Indonesia yang adi luhung.   Oleh karena itu sebagai salah satu organisasi yang memegang teguh ajaran leluhur, “ Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya – Pusat Tegal” sejak didirikannya telah melaksanakan kegiatan 1 Sura sebagai salah satu agenda kegiatan tahunan. Dari hanya sekedar memperingati tahun baru Jawa, kini kegiatan 1 Sura oleh Perguruan Trijaya pada tahun 2000 dicanangkan sebagai Hari Raya Sura (Hari Rayanya orang Jawa). Peringatan Hari Raya Sura (HRS) sudah menjadi agenda tahunan di Perguruan Trijaya. HRS 1947 J / 2013 kali ini dilaksan

WISUDA GELAR KERATON SURAKARTA HADININGRAT DI PADEPOKAN WULAN TUMANGGAL

Gambar
Untuk kesekian kalinya Padepokan Wulan Tumanggal menjadi saksi peristiwa bersejarah dimana 53 Putera Tegal Perguruan TRIJAYA Padepokan Argasonya – Pusat Tegal akan diwisuda menjadi Sentonodalem/Abdidalem Karaton Surakarta Hadiningrat oleh beliau SISKS. Pakoe Boewono XIII. Peristiwa kali ini sangat istimewa, karena Wisuda Sentonodalem/Abdidalem biasanya merupakan satu rangkaian dengan acara Jumenengan Karaton Surakarta Hadiningrat dan dilaksanakan di lingkungan Karaton. Namun kali ini beliau SISKS. Pakoe Boewono XIII sendiri yang akan mewisuda 53 Putera Tegal Perguruan TRIJAYA – Pusat Tegal di Padepokan Wulan Tumanggal pada hari Minggu Pahing, 20 Oktober 2013. Sebelum pelaksanaan Wisuda Sentonodalem/Abdidalem acara akan dibuka dengan Pendidikan “Kawruh Kabudayan Jawi” yang diikuti oleh Peserta Wisuda Sentonodalem/Abdidalem. Kemudian acara dilanjutkan dengan peresmian “SURYANINGRATAN” yang merupakan keraton kecil di lingkungan Padepokan Wulan Tumanggal. Acara Wisuda Sento

DIALOG BUDAYA JAWA TENGAH

Gambar
Bertemakan " Membangun Jawa Tengah Yang Berkepribadian di Bidang Kebudayaan " Setda Provinsi Jawa Tengah  melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwista (Disbudpar) menggelar dialog budaya yang diikuti kurang lebih 150 orang perwakilan anggota legislatif, SKPD di lingkungan pemprov, kabupaten/kota, budayawan, dan akademisi, dimana Perguruan Trijaya diwakili oleh PAC. Ang. Sutrimo Puspoyudo, PAC. Ang. Hartowo, dan PAC. Budiono. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah Dialog budaya yang dibuka Gubernur Jateng Bp. Ganjar Pranowo di Wisma Perdamaian, Jl Imam Bonjol, Semarang, Selasa 10/09/13 membahas keberagaman kekayaan warisan kebudayaan di Jateng. Selain itu juga menggali pendekatan budaya guna memecahkan persoalan masyarakat. Gubernur memaparkan secara singkat bagaimana berkepribadian di bidang kebudayaan untuk mengimplementasikan program kerja dan pembangunan birokrasi bersih dalam kepemimpinannya. “Sila Ke 4 Pancasila memberikan tuntunan musyawarah mufakat melalui